Google Cloud Platform

cloud

Google mempunyai banyak produk dan  layanan untuk user seperti  Search, GMail, Map dan Android. Raksasa internet ini  juga punya beberapa tool, library dan API untuk para developer seperti Google Search API, Google Map API dan Google Blogger API. Semua layanan ini ditujukan untuk para developer yang ingin mengintegrasikan layanan Google kedalam Aplikasinya.

Ada satu hal yang kurang, Bagaimana dengan perusahaan besar yang ingin membangun layanan skala global atau enterprise? Atau bagaimana kalau seandainya kita ingin membuat layanan berbasis Cloud , Bagaimana i membangun aplikasi yang bisa di ‘hosting’ di server Google?  Sekarang kita bisa, Gunakan saja Google Cloud Platform.

Google Cloud platform adalah layanan dari Google yang terdiri dari 4 komponen utama untuk membangun aplikasi berbasis Cloud. Empat layanan tersebut adalah Google AppEngine, Google Compute Engine, Google Cloud Storage dan Google BigQuery .

Google App Engine

Google AppEngine adalah layanan ‘hosting’ yang disediakan Google. Namun layanan hosting ini berbeda dari layanan yang lain terutama dari sisi bahasa yang dipakai. Untuk bisa membangun aplikasi menggunakan AppEngine anda hanya dibolehkan untuk menggunakan Java, Python atau Go. Dua website populer yang menggunakan App Engine adalah Khan Academy dan Pulse.

Google AppEngine bisa anda gunakan untuk membuat website skala enterprise, membangun aplikasi berbasis web alias WebApp atau menjadi backend dari aplikasi mobile anda.  Yang seru, anda tidak perlu merogoh kocek untuk belajar membangun layanan berbasis AppEngine, anda dibolehkan membangun maksimal 10 aplikasi dengan gratis. Untuk memulai belajar AppEngine silahkan meluncur ke https://appengine.google.com.

Google Compute Engine

AppEngine memberikan solusi yang bagus jika anda ingin membangun aplikasi web menggunakan bahasa yang didukungnya. Namun, bagaimana kalau anda ingin menggunakan PHP atau Ruby? Atau anda ingin punya kendali terhadap sistem operasi yang ada diserver Google. Misal anda ingin mempunyai server linux dan anda bisa melakukan apapun diserver tersebut? Nah, Google juga menyediakan layanan ini dengan nama Google Compute Engine.

Google Compute Engine adalah layanan yang membolehk mengontroll secara penuh ‘mesin’ Linux di server Google. Untuk lebih lanjutnya silahkan meluncur ke https://developers.google.com/compute/docs/overview.

Google Cloud Storage

Anggaplah anda ingin membangun layanan sharing file atau sharing foto online seperti flikcr, tentunya yang pertama dipikirkan adalah berapa besar ukuran media penyimpanan yang dibutuhkan, bagaimana konfigurasi servernya, butuh berapa server dan seting lain yang behubungan dengan penyimpanan data. Sekarang anda tidak perlu memikirkan itu, anda cukup menggunakan Google Cloud storage.

Google Cloud Storage adalah layanan penyimpanan data dari Google untuk para developer yang membutuhkan media penyimpanan  yang besar. Kerennya, google tidak membatasi ukuran total file yang bisa disimpan alias unlimited. Sekali lagi, Cloud storage ditujukan untuk para developer yang ingin membangun layanan penyimpanan data dalam jumlah besar seperti video sharing, document sharing dan sejenisnya. Cloud storeage didesain untuk digunakan bersama dengan Google AppEngine, namun Google juga membolehkan anda membangun aplikasi diluar AppEngine atau mengakses layanan ini dari Aplikasi yang anda bangun diluar server Google.

Ingin memulai mencoba membangun layanan berbasis Cloud? Silahkan meluncur ke https://developers.google.com/storage/docs/signup.

Google BigQuery

Anggaplah anda mempunyai data penjualan selama sepuluh tahun  yang sudah diarsipkan. Manager anda ingin melihat trend penjualan dan produk yang terjual bagaimana caranya menganalisa data yang ukurannya sudah mencapai Terabyte atau petabite? Gunakan Google BigQuery. Google menjanjikan anda bisa menganalisa data sebesar itu dalam hitungan detik. Keren kan?

Google BigQuery sangat cocok untuk aplikasi Bisnis Intelegence dan Dataware House. Itulah mengapa layanan ini menargetkan perusahaan besar sebagai clientnya. Jika anda ingin memplejar lebih jauh silahkan meluncur ke https://developers.google.com/bigquery/docs/getting-started.

 

Kesimpulan

Sejauh ini, kita fokus ketiga jenis aplikasi yaitu web, Desktop dan Mobile. Kita sampai saat ini baru sekedar pemakai layanan Cloud, kita tidak pernah berpikir apakah kita juga bisa membuat layanan sekelas GMail atau Google Drive? Google memberi kesempatan pada kita untuk membangun layanan tersebute tanpa anda harus memikirkan bagaimana seting dan pengelolaan servernya secara fisik. Sebagai developer, yang perlu anda pikirkan sekarang hanya logic bisnis dan bahasa pemrograman yang anda kuasai.  Mulai sekarang, mari kita masuk tahap baru pemrograman bernama Cloud Programming. Selamat datang di Cloud Programming.

Author: Candra Adi Putra

Candra Adi Putra adalah Alumni STMIK AKAKOM Yogyakarta. Like Candralab Studio Di Facebook.

8 thoughts on “Google Cloud Platform”

  1. Kalo saya punya aplikasi web yang harus dijalankan 24 jam / 7 hari bisa nda ya menggunakan google cloud platform ini? (file dalam bentuk php dan harus di jalankan di browser 24 jam / 7 hari penuh….)

  2. sy trisna dr koprasi komp bangunan, sy berminat buat aplikasi akutansi koperasi basis android ,apabisa aplikasi program akutansi di tanam di android(disederhanakan dashboard nya)
    trims

    1. bisa. defaultnya nanti kita pake domain

      yourproject.appspot.com, bisa kita ganti menjadi yourproject.com.

Tinggalin komentar dong!