Teknik File sharing ala Warnet

Warnet adalah tempat yang paling umum untuk melihat bagaimana jaringan di implementasikan.  Dari seting Gateway, Billing dan bandiwdth management ada di sini. Namun ada satu hal yang tidak kalah pentingnya yaitu file sharing.

Sharing file di warnet umumnya digunakan untuk berbagi film, music dan software terbaru serta menyimpan data data user.  Berikut ini akan saya tunjukan bagaimana implementasi sharing file yang paling umum, terutama untuk warnet yang ada di jogja.

Persiapan

Untuk membuat file sharing ini, kita membutuhkan 1 server yang kita install dengan OS  ubuntu server. Anda bisa juga menggunakan Windows Desktop atau windows server, namun pada pembahasan kali ini lebih fokus ke Ubuntu server dengan alasan ubuntu bersifat free serta pilihan yang tepat untuk menghindari serangan virus di server. Sedangkan untuk client kita akan menggunakan windows XP, mengingat windows ini masih banyak dipakai dilapangan.

Sekenario

Anggaplah anda mempunyai jaringan LAN 192.168.1.0/24 dan untuk IP File server kita alokasikan IP 192.168.1.4 sendangkan client untuk testing kita asumsikan menggunakan ip 192.168.1.20. Disini kita akan menshare 1 folder di /data/film dimana sifatnya ‘read-only’ dan folder /data/datauser dimana sifatnya read-write. Read-only artinya user hanya bisa membaca data, dalam hal ini memutar film atau mengcopy film, namun tidak bisa menambah atau menghapus filmd ari server, sedangkan read-write artinya user bisa menghapus data, menambah data atau memodifikasi data di server.

Berikut ini adalah langkah langkah instalasi dan konfigurasinya

Setting di  sisi server

1. Install samba server dengan perintah

sudo  apt-get install samba

edit lah file smb.conf yang berada di /etc/samba.smb.conf

baris baris yang di edit adalah

Workgroup='Namawarnet'
security ='share'

sedangkan untuk sharing film dan datauser bisa dilihat dibawah ini

[film]
    comment = Film
    path = /data/film
    browsable = yes
    guest ok = yes
    read only =yes
    create mask = 0755
[datauser]
    comment =Datauser
    path = /data/datauser
    browsable = yes
    guest ok = yes
    read only = no
    create mask = 0755

Penjelasan

[film] = alias dari nama folder yang kita share.

path= letak path dimana folder berada.

browsable= User bisa membrowse data lewat My Network place di Windows.

guest ok= user tidak perlu memasukan password untuk mengakses folder yang dishare.

read only = yes artinya user hanya bisa mengakses dan tidak berhak memdofikasi, sebaliknya, jika no user berhan untuk memodifikasi isi folder.

create mask=0755

jika di askes dari client linux, artinya user yang membuat file ini bisa membaca, mengeksekusi, dan memodifikasi file sedangkan orang lain hanya boleh melihat dan mengeksekusi isi file.

Langkah selanjutnya adalah mengubah kepemilikan file dan folder ke nobody

sudo chown - R nobody.nogroup /data/film
sudo chown - R nobody.nogroup /data/datauser

Langkah terakhir, restart server samba dengan perintah

sudo restart smbd
sudo restart nmbd

Setting di server selesai, sekarang akan masuk bagian kedua , setting di sisi client

Konfigurasi Komputer Client

Setting Map network Drive Film

Umumnya folder film yang dishare dibuatkan network drivenya, jadi seakan akan film berada di komputer client, kita asumsikan untuk drive yang akan kita pakai adalah drive Z:

Langkah cukup buka Windows explorer, pilih menu Tool-> map network drive seperti gambar dibawah ini

hasil sharing filenya bis dilihat di explorer serperti dibawah ini

Note:

Jika anda kesulitan melakukan seting di sisi server, anda bisa menggunakan Windows biasa atau ubuntu desktop dimana untuk sharenya cukup klik kanan folder yang akan dishare lalu pilih share.

Setting MyDocument ke datauser di server 

Langkah terakhir adalah menseting  agar My Document diarahkan ke //192.168.2.4/datauser. caranya cukup klik kanan My Document  di komputer client seperti dibawah ini.  Lakukan seting ini disetiap cleint.

Keuntungan 

Keuntungan yang didapat dari teknik file sharing seperti ini akan mempermudah dalam hal perawatan, anda sekarang bisa mendeepfreeze seluruh drive di client sehingga anda tidak perlu membersihkan virus atau file porno di masing masing client, jika anda ingin mengosongkan data user, cukup masuk ke server dan delete seluruh isi folder datauser. maka otomatis seluruh myDocument di client akan bersih seketika.

Hal yang perlu diperhatikan adalah, gunakan server yang handal usahakan menggunakan RAM minimal 2 GB untuk client dibawah 20 PC dan prosesor dengan spek yang tinggi.

Kekurangan dari cara sharing seperti ini, jika server dalam posisi down, maka otomtasi setiap client tidak bisa menyimpan filenya ke My Document.

 

reference:https://help.ubuntu.com/11.04/serverguide/C/samba-fileprint-security.html

3 Replies to “Teknik File sharing ala Warnet”

  1. Mohon dibantu, cara membuat tampilan seperti yang ada di folder film, yang berisi judul-judul film yang ada di server. Kedua ubuntu server saya terkena virus sality, shortcut dan trojan. Saya sudah install ClamAV dan AVG di ubuntu server, tapi yang bisa scan, tidak bisa clean.
    Terima kasih

Tinggalin komentar dong!