Catatan Google Devfest 2013 Jogja

Google Devfest adalah event tahunan yang di selenggarakan Google di berbagai negara, biasanya event berlangsung dibulan Oktober November.  Di Indonesia, event ini sudah berlangsung sejak tahun 2010. Pertama kali event di adakan di Kampus Binus, lalu ditahun berikutnya di Hotel JW Mariot, event ketiga saya tidak ikut dane event keempat ini diselenggarakan di 4 kota yaitu Jakarta, Bandung, semarang dan Surabaya.

Saya hanya akan membahas apa yang disampaikan oleh pembicara di Devfest tahun ini secara singkat.

1. Keynote Speech, Chelley Gray. 

Inti dari keynote adalah memperkenalkan Teknologi Google untuk para developer. Teknologi yang dibahas adalah Googl API, Cloud computing, Google AppEngine, Google Chrome dan Android. Singkatnya, Chelley memperkenalkan teknogi yang terangkum di developer.google.com.

2. Inovation at Google, Pepita Gunawan

Inti dari materi ini adalah bagaimana sih rasanya kerja digoogle. Isi dari presentasi lebih banyak mengenalkan produk google untuk end user dan corporasi mengingat si pepita ini memang bekerja di google pada bagian Google App support.

Namun, yang paling saya suka dari Inovation at Google adalah prinsip Moonshoot alias menembak bulan. Maksudnya, jika kebanyakan orang ingin mengalami tingkat sukses 10% dari sekarang atau 2x lebih sukses, Google menginginkan sukses itu 10x dari kondisi sekarang. Jadi kalau sekarang sudah sukses di Google map, mereka tidak akan puas, mereka ingin Google map 10x lebih sukses dari sekarang. Itu prinsip dari moonshoot.

Hal lain yang disampaikan dari pemateri ini adalah banyaknya jumlah layanan/aplikasi dari Google, anda bisa melihatnya disini 

 

3. Do and Don’t in Android Development

materi ini disampaikan oleh founder onebit Fachry bafadal. Inti dari materi ini adalah apa hal hal perlu dilakukan dan jangan dilakukan saat membuat aplikasi android. Contohnya adalah, buatlah aplikasi yang berbeda dengan tampilan website, jangan membuat aplikasi yang “membungkus” website didalam webview. Yang kedua, jangan niru platform tetangga sebelah yang menunya dibawah. Android menggunakan actionbar, menunya diatas.  Singkatnya, materi sebagian besar diambil dari http://developer.android.com/design/patterns/pure-android.html.

 

4. Build Mobile App in Social network Era

Penyampai materi ini adalah Oon Arifandi dari 7langit. Inti dari materinya adalah teknik mengintegrasikan Login jejaring social kedalam aplikasi Mobile, terkhusus dalam hal inia dalah android. Berikut ini adalah referensi yang bisa anda baca.

  1. https://developers.facebook.com/docs/android/
  2. https://dev.twitter.com/
  3. https://developers.google.com/+/

5. Epidemic detection using Google map

inti dari materi ini adalah demo aplikasi Health CIrcle. Aplikasi mobile ini akan mendeteksi lokasi wabah disebuah daerah. Menurut si pembuat aplikasi, setiap laporan wabah penyakit atau pandemic, datanya sudah diverifikasi oleh dokter. Saya ga tau teknik dibelakang layar, cuma kalau interfacenya standar aplikasi Google map plus jejaring social yang lebih fokus ke kesehatan.  Health circle nantinya akan tersedia di Google play, sejauh ini saya cari cari belum ada yang artinya belum di publish.

Dari pemateri ini, saya suka motonya, “Buatlah aplikasi yang membuat orang lain /pemakai bahagia”. wah, ini bener bener sudut pandang baru bagi saya, saya dari dulu hanya fokus ke aplikasi fungsional, cantik dan indah serta mudah dipakai. Namun sekarang ada tambahan, buatlah aplikasi yang membuat orang lain tersenyum dan bahagia, bukan asal jalan.

6. Why UI/UX Matters

intinya, jangan buat program atau website asal jalan, perhatikan juga sisi interfacenya, workflownya, keindahan aplikasinya dan kemudahan pemakainya. Presentasinya bener benar menarik, apalagi dibawakan secara santai dan kocak oleh Beny Fajari, CEO dari kreavi.  Dari semua pemateri, mungkin materi inilah yang paling menarik dan bermanfaat, terimakasih mas Beny.

Sekedar tambahan, kreavi.com adalah website yang berisi screenshoot /show off dari para desainer di indonesia. Kalau kamu punya aplikasi dan UI yang revolusioner, upload aja screenshootnya disana. Kreavi sendiri boleh saya bilang Website versi lokal dari http://dribbble.com.

7. Rise of Female Developer

Presentasi singkat dari pendiri femaledev.org. Intinya,  mengajak para developer cewek untuk  bergabung ke femaledev.org. Namun yang lebih menarik adalah bentuk nyata dari femaledev yang membuat training dan pelatihan gratis untuk para cewek developer atau calon developer dengan topik topik programing terbaru. Kalau kamu cewek suka coding, gabung aja disitu.

8. Promote Your app With youtube

Ajakan dari founder Layaria untuk mempromosikan aplikasi lewat chanel Youtube. Kebanyakan aplikasi mobile atau web gagal dipasar karena kurang promosi, kenapa tidak memanfaatkan layanan youtube untuk promosi? Nah itu inti dari presentasinya.

Bagaimana youtube bisa mempromosikan aplikasi kita? Ya kita buat video yang menarik lalu publish di youtube. Gitu aja? Tidaklah, lalu kita analisa dengan Youtube analitics. Dengan bahasa yang lebih singkat, Youtube analitics adalah Google analytics untuk Video.

9. Building startup

Berisi tip tips membangun startup yang disampaikan oleh sanny Gaddafi. Berbeda dengan topik yang lain yang lebih fokus ke teknikal, mas sanny ini menjelaskan bahwa untuk menjadi startup yang sukses, kita harus kerjasama dengan rekan dari bidang lain. Misalkan ingin membangun  startup seperti aplikasi Healh  Cicrle diatas. Bagaimana biar sukses, Programmernya dari Teknik informatika, Ahli kesehatannya dari Jurusan Kedokteran , dan pemasaran aplikasinya dari mahasiswa Ekonomi. Intinya, membangun startup jangan semuanya anak Teknik informatika! kerjasama guys !\

10. Introducing Native academy

Native academy ini merupakan sejenis incubator yang akan menampung dan membimbing para mahasiswa yang tertarik membangun startup. Sayangnya Native academy hanya dikhususkan untuk mahasiswa UGM. intinya adalah  pihak yang akan mendukung startup yang ingin anda bangun. Apakah ada bantuan keuangan juga? Wah saya kurang tau!

Dari 10 sessi diatas, ada 2 sessi yang lebih menarik yaitu sessi makan siang dan sessi bagi bagi kaos :). Lumayan guys, dapat kaos gratis dari Acara ini!

Catatan Tentang Google IO 2013

Google IO adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Google di Moscone Center San Fransisco US. Event ini bertujuan untuk mengenalkan produk dan layanan baru Google dengan target para developer/Programer. Selama 3 hari, para peserta event ini disuguhi teknologi terbaru, Training, Coding lab dan demo aplikasi  yang memanfaatkan Teknologi dari Google. Tahun ini, fokus Google ada di Android,  Google Chrome dan Google+.  Sebenarnya event ini juga merilis produk dan layanan baru bagi user secara umum, namun dalam tulisan ini, hanya fitur/layanan yang berhubungan dengan developer saja yang akan dibahas.

Secara ringkas, apa sih hal baru yang diberikan oleh Google tahun ini? Kita akan membagi area ini menjadi Android, Chrome & App, Cloud dan Maps.

Android

Banyak blog meramalkan akan kedatangan rilis baru android Key Lime Pie (5.0/4.3) tapi nyatanya tidak ada pengumuman rilis baru dari Versi Android. Secara pribadi saya malah senang, jika google merilis android terbaru disini, justru itu akan menambah rumit pembuatan aplikasi Android dan membuat fragmentasi makin besar. Sebagai developer Android, Saya malah bersyukur akan hal ini.

Hal kedua tentang android adalah Android Studio. Produk ini adalah pengganti dari Eclipse +ADT+AndroidSDK. Dengan Android Studio, maka anda cukup sebuah IDE untuk membuat layout, coding, testing dan debuging tanpa harus ribet seting IDE, seting SDK dan sebagainya. Saya yakin banyak dari anda yang kesulitan saat akan mencoba belajar android. Dengan Android Studio, permasalahan diatas akan hilang.  Android studio saat ini baru dalam tahap early access yang artinya tidak disarankan untuk membuat aplikasi real karena masih banyak bug disana. Namun, dengan adanya android Studio, membuat aplikasi di android akan menjadi jauh lebih mudah dan cepat.

Hal ketiga yang masih behubungan dengan developer adalah Google play Developer Console . Ada 5 tambahan fitur yaitu optimasi tip, Penerjemahan aplikasi, referal tracking pendapatan, Integrasi Google analytics dan Alpa /Beta testing. Dengan adanya fitur Alpha dan beta testing, aplikasi hanya tersedia kebeberapa kelompok atau orang orang tertentu. Si tester bisa mengirimkan masukan ke Developer sebelum benar benar rilis di publik. Hal ini penting untuk menghindari reputasi buruk dari para pemakai dan memastikan bahwa bug dan error sudah sangat diminimalisir di versi rilis.

Hal kekempat adalah adanya  Google Play Map Service dan Google play Game service, dua layanan ini akan memudahkan kita membuat aplikasi berbasis peta /lokasi dan game. Untuk Game service, ide sederhananya adalah menyimpan seting game, score dan level game di cloud. Sebagai contoh,  Saat anda memainkan game di smartphone dan sudah mencapai level 5, maka ketika anda pindah  ke tablet,  tinggal meneruskan ke level 6. Intinya dimanapun kamu bermain, score, level dan seting game akan secara otomatis terupdate.

Chrome

Seperti biasa, chrome menunjukan kecepatan eksekusi javascript dan render halaman yang lebih cepat. Namun ada yang lebih penting dari dua hal ini yaitu Dukungan codec format gambar webp dan video VP9. WebP adalah format gambar baru yang mengkombinasikan semua fitur terbaik dari Forma GIF, JPEG dan PNG dalam sebuah format baru. Ukuran WebP 30persen lebih kecil dari standar JPEG . VP9 mirip dengan file FLV hanya saja untuk kualitas yang sama, VP9 mempunyai ukuran 60% kecil dibanding FLV/Mp4. Untuk website video yang jelas jelas boros bandwidth, hal ini jelas akan sangat bermanfaat. Anggaplah sebuah video berukuran 100MB dan anda mendownload  dalam waktu 1 jam. (dengan kecepatan rata rata internet indonesia) maka dengan VP9, anda bisa mendownloadnya dalam waktu kurang dari 30 menit. Selain hemat bandwidth hal ini juga akan mengurangi buffer video.

Hal kedua adalah adanya fitur pembayaran dengan Google wallet yang akan di integrasikan ke Browser Chrome. Dengan integrasi ini, diharapkan akan memudahkan   konsumen website ecommerce bisa membayar transaksi hanya dengan dua kali klik. Tidak perlu lagi mendaftar, membuat akun dan mengisikan data kartu kredit. Semuanya tinggal Klik.

Cloud & Map

Kabar terbesar dari Cloud adalah dukungan PHP di Appengine:). Sebagai programer PHP, saya sangat bahagia dengan adanya fitur ini. Bayangkan bro, Cloud programing dengan PHP. Dulu, cloud programming kebanyakan menggunakan Java atau ASP.net. Dengan masuknya PHP di AppEngine, menjadikan PHP bahasa yang diakui di kelas enterprise dan cloud.

Hal kedua adalah tersedianya versi Trial untuk Google Compute engine. Apa lagi ini? anda seakan akan punya komputer server yang ditempatkan di datacenter Google. Anda bisa mengatur Berapa ukuran prosesor,RAM, Hardisk dan sistem operasi apa yang akan dipakai. Compute engine bisa kita coba gratis.

Map sendiri mengalami perembakan besar besaran, sekarang setiap anda login ke Google dan memakai maps, tampilan peta akan menyesuikan dengan kebiasaan anda. Intinya Google map berusaha mengkostumasi tampilannya sesuai pemakainya. Ingat, tampilan peta googel map anda mungkin akan berbeda dengan saya. Jika anda ingin membuat aplikasi GIS berbasis Google maps, silahkan meluncur kesini 

Google+ Sign in

Google+ Signin adalah layanan autentifikasi seperti Facebook Login. Kelebihannya, Google+ Signin bersifat multiplatfrom baik di Web, Android atau iOS. Google+ Sign in bisa dipakai diwebsite atau aplikasi web yang mempunyai aplikasi native nya di android. Anggaplah anda memakai sebuah photo sharing berbasis web. Saat anda login ke dalam web photo sharing tersebut, maka secara otomatis, Google akan menginstall aplikasi Photo sharing tersebut di android. Yang lebih menarik,  saat aplikasi sudah terinstall, anda tidak perlu membuat akun atau login, semuanya sudah otomatis, anda tinggal pakai saja.

Emang ini penting ya?

Siapapun anda, entah programer web atau mobile, sudah saatnya anda berpikir kedepan. Jangan hanya sekedar membuat aplikasi. Era kedepan aplikasinya adalah Cloud computing yang dikombinasikan dengan Aplikasi Mobile dan Aplikasi Web. Sepertinya era desktop sudah mulai terbenam dan era tablet, mobile dan cloud baru saja terbit. Jika anda  tidak mulai dari sekarang, saya yakin dua sampai lima tahun lagi kemampuan anda sudah usang dan ketinggalan jaman.