Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan yang berjudul “Mengapa sebaiknya anda tidak jadi programer” yang saya tulis 3 tahun lalu. Dalam tulisan tersebut, bahasa yang saya gunakan adalah bahasa nyinyir, bahasa sarkasme, hiperbola dan dicampur dengan gaya bahasa humor. Sampai saat ini, tulisan itu masih terus dibaca dan beredar di forum forum dan pro kontra masih saja terjadi.

Saya merasa punya tanggungjawab untuk membuat tulisan kedua yang memberi informasi lugas dan apa adanya tanpa bahasa sarkasme atau nyinyir agar pro kontra bisa berakhir. Pembahasan ini saya tulis sesuai dengan poin- poin di artikel tersebut.

Belajar terus menerus? 

Menjadi programer ataupun developer memang mewajibkan kita Read more