Sejarah dan perkembangan Open Source dan Free Software

Thema open source dan free software saat ini sangat jarang dibahas, berbeda dengan jaman dulu saya kuliah (sekitar tahun 2003-2007).  Selama saya kuliah, topik paling genjar dan paling sering dibahas adalah masalah open source dn free sofware. Artikel ini dan beberapa artikel kedepan akan membahas tentang topik ini dari berbagai sisi. Artikel pertama akan membahas tentang sejarah dan perkembangannya.

Artikel ini berisi fakta dan opini dari penulis, jadi jika ada kesalahan harap maklum, mengingat banyaknya pihak yang memaknai kata Free dan open source, anda mungkin bisa berbeda pendapat dengan yang saya tulis. InsyaAllah artikel ini akan terus saya update untuk mengurangi opini dan memperbanyak fakta dan referensi.

Sejarah Free Software

Free software sebenarnya sudah ada sejak adanya software. Dulu, pemakai komputer hanyalah kalangan akademik, peneliti dan militer. Pada masa itu, produk komputer yang dijul hanyalah hardware, sementara software merupakan bagian tidak terpisahkan dari hardware. Karena era awal komputer masih sedikit standar teknologi komputer, maka pihak penjual komputer menyertakan juga source codenya. Harapannya simple, jika program error, tidak berjalan atau ingin dimodifikasi, silahkan edit kodenya sendiri. Ini terjadi diera 70-80an.

Seiring dengan makin kompleknya pembuatan software, maka pola jualan hardware ini berubah, saat itu, user hanya mendapat hardware dan binary program, user tidak bisa lagi memodifikasi kode mengingat kode program merupakan aset perusahaan. Di era itu, perusahaan yang spesialias ke software juga semakin banyak, tentunya yang paling populer adalah DOS.

Richard Stalman mempunyai ide free software movement gara gara printer yang dibeli di tempat dia bekerja, tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, lalu dia meminta source code driver printer tersebut ke perusahaan, namun tidak diberikan. Nah dari sinilah Stalman mulai memulai kampanye free software,  Bapak GNU ini ingin software seperti dulu, bebas di distribusikan dan dikembangkan.

Mengingat usahanya tidak terlalu membuahkan hasil, maka stalman punya ambisi membuat Sofware yang bener bener free dari mulai OS, Driver, Library, editor, compiler dan desktop, usaha ini sekarang dibawah naungan FSF (free softwar foundation).  Sebagian besar Aplikasi dasar di linux merupakan hasil dari karya Stalman dan teman temannya, termasuk Linus Trovald pencipta Kernel Linux.

Setelah lebih dari 15 tahun kampanye free software digalakan, namun pihak perusahaan besar dan pengembang software masih enggan untuk menjadikan produknya menjadi free software, sampai akhirnya ditahun 1998, Eric S Raymond mencetuskan Gerakan Open Source.Alasan utamanya, Kata “free” dalam free software bermakna ambigu, apakah free disini artinya “gratis” atau free dalam arti “bebas”. Walaupun RMS sudah menjelaskan berkali kali dalam berbagai tulisannya bahwa Free sofware  juga bisa dikomersialkan, namun tetap saja Ide itu tidak diterima di perusahaan besar.

Sejarah Open source Movement

Di tahun 1998, Eric S Raymond dan beberapa penggiat free software mmbuat gerakan baru yang lebih “enak didengar” dan cukup bersahabat dengan perusahan software, gerakan ini disebut dengan Open source. Tujuan intinya hampir sama dengan Free software namun dengan bahasa yang lebih halus dan tidak menimbulkan kerancuan. Inti dari Open source adalah pendistribusian program /aplikasi harus membuka source codenya. Source code bisa didapatkan lewat web, atau disertakan dalam distribusi.

Open source juga lebih luas maknanya dan lebih nyaman bagi perusahaan. Jika Free sofware mengharuskan karya turunan juga harus free software, maka Open source tidak demikian. Salah satu Lisensi Open source adalah Apache lisensi. Lisensi ini membolehkan ada memodifikasi source code program dan hasil modifikasi tidak perlu di open source kan lagi. Jelas hal ini sangat menguntungkan bagi perusahaan.

Perbedaan Free software dan Open source

  1. Setiap produk Free software pasti open source software, tapi tidak sebaliknya
  2. Setiap hasil karya turunan dari Free software harus menggunakan Free software , open source tidak mensyaratkan demikian
  3. Produk free software bisa dijual dengan source codenya, dan si pembeli boleh melakukan hal yang sama, artinya hal ini merugikan perusahaan, produk open source tidak menyaratkan demikian.
  4. Open source menghargai patent sedangkan free software menganggap patent merusakan budaya kebebasan dalam distribusi software
  5. Banyak produk open source yang menggunakan konsep dual lisensi. Jika anda ingin membuat aplikasi open source anda boleh mendownload softwarenya tanpa biaya, namun jika anda ingin membuat aplikasi non open source, anda harus membayar lisensinya, hal ini menjadikan open source lisensi lebih flexibel dan bersahabat dengan dunia bisnis.
  6. Open source lebih fokus ke metode pengembangan software secara gotong royong dan terbuka, sedangkan free software lebih condong ke gerakan sosial (sama rata sama rasa dan semua lisensi serta user mempunya hak yang sama), maka jangan heran kalau bill gate menganggap Free software sama dengan komunis.
  7. Free software menerapkan kebebasan mutlak, anda boleh pake software buat apa saja terserah anda, sedangkan open source memberikan kebebasan yang lbih terbatas.

Timeline

pra 1983

hampir semua produk software pasti free software,kala itu software bukanlah produk yang dijual terpisah dengan hardware.

1983-1991

Richard stalman berambisi membuat Free software untuk OS, bahasa pemrograman, editor, compiler, dan utilitas dasar, serta kernel HURD.

1991

linux lahir, sejak saat itu, kernel linux terus dikembangkan, Linux saat itu hanya kernel, dan agar berfungsi sebagai OS, maka butuh utilitas diatasnya. Saat itu utilitas yang sudah siap pakai adalah Free software GNU,maka lahirlah GNU/Linux. GNU Hurd (OSnya richard stalman) justru malah terbengkalai.

1995-2000

Desktop populer seperti KDE dan gnome lahir, serta munculnya distro linux seperti slackware, Suse, Redhat dan Mandriva, menjadikan Linux populer sebagai alternatif produk komersil dan tertutup. Mulainyalahirnya Open source.

2001-2010

Linux digadang gadang akan menggantikan Windows didesktop,kenyataannya Linux Desktop Gagal Total, justru software FOSS merajai pasar server. Redhat, Suse, Apache, MySQL, Postgre dan Ubuntu cukup dominan di era ini.  layanan free Software hosting bertebaran, sebut saja Google code, Javaforge, Sourceforge.net dipenuhi berbagai sofware dengan lisensi open source.

2010-

Eranya mobile, produk open source yang populer di era ini adalah Android, Ubuntu touch serta Firefox OS. Teknologi server bergeser ke teknologi Cloud. Sebagian besar program cloud menjadikan Open source sebagai pondasi layanannya. Microsoft di era ini sudah tidak dijadikan musuh utama. Microsoft sendiri membuat inisiatif website codeplex.com yang menampung proyek proyek Open source berbasis teknologi microsoft.

Saya sendiri cenderung lebih suka dengan kata “open source” ketimbang free software. Free software menginginkan semuanya free dan tidak bersahabat dengan softwre propitery, sedangkan open source software bersahabat dengan software closed source. Ini lebih realistis ketimbang mengejar idealisme dari free software yang cenderung mirip gerakan komunis sama rata sama rasa.

Dalam artikel selanjutnya, saya akan membahas tokoh dbalik FOSS baik tokoh dunia ataupun tokoh FOSS di indonesia.

 

Author: Candra Adi Putra

Candra Adi Putra adalah Alumni STMIK AKAKOM Yogyakarta. Like Candralab Studio Di Facebook.

Tinggalin komentar dong!