Panduan membangun Layanan dan Aplikasi Startup

StartupLogo

Startup adalah istilah yang dipakai untuk perusahaan yang baru berdiri, namun pada kontek pembahasan ini,starttup  lebih fokus pada perusahaan yang didirikan oleh satu atau beberapa orang yang fokus didunia Teknologi informasi seperti membuat layanan dan aplikasi web , aplikasi jejaring sosial atau mobile. Trend startup memang sedang bergulir diseluruh dunia saat ini, tidak terlepas juga di indonesia. Sayangnya banyak startup yang runtuh dan hilang tanpa bekas entah mengapa. Namun itulah seleksi alam , hal tersebut akan terus berlaku dan hanya akan tersisa beberapa yang benar benar bagus.

Berikut ini adalah panduan cara membangun startup dengan mengambil studi kasus aplikasi dan layanan pocket (nama sebelumnya “read it later”). Saya percaya bahwa belajar melalui contoh adalah satu satunya cara belajar. Mengingat luasnya pembahasan startup, saya hanya fokus pada panduan membangun layanan dan aplikasi bagi startup. Urusan mencari dana, founding, perijian, bisnis dan sebagainya silahkan tanya pada ahlinya.

Pada pembahasan ini saya fokus ke hal hal berikut dalam menganalisa aplikasi pocket.

  1.  Masalah-> IDE-> Solusi
  2.  Desain->UX->Implementasi
  3.  Feedback->ekspansi-> API

Masalah->IDE->Solusi

masalah

Masalah utama dari ide aplikasi pocket adalah bagaimana caranya menyimpan daftar artikell menarik yang bisa kita simpan lalu kita bisa membacanya lagi saat kita sempat dengan sembarang device (Desktop,Tablet,smartphone).

IDE

membuat layanan dan aplikasi untuk menyimpan link artikel yang menarik untuk dibaca nanti  (any device, any place, anytime).

Solusi

Membuat layanan berbasis cloud untuk menyimpan link dan membuat aplikasi di masing masing perangkat.

Desain->UX->implementasi

Pocket tersedia diberbagai platform

Desain

Desain aplikasi dibuat sesederhana mungkin dengan konsep KISS (keep it simple, stupid!). Layanan utama dibuat berbasis web, cara menambahkan daftar link bisa menggunakan ekstensi di browser, lewat Email atau lewat tweet.

UX(user experience)

Perhatikan bagaimana pocket memberi pengelaman memakai aplikasi yang begitu mudah dan menyesuaikan dengan kebiasaan user. User yang suka dengan twitter bisa menyimpan link hanya dengan mentweet, bagi yang suka email, bisa menginput link dengan email dan bagi yang terbiasa memakai ektensi dimudahkan juga. Aplikasi seperti inilah yang memberikan UX yang memuaskan bagi user. Aplikasi tidak terbatas pada tampilan halaman web atau aplikasi mobile saja.

Bukan hanya masalah cara menyimpan saja yang diperhatikan oleh pocket, namun juga ketika uesr membaca link artikel yang tersimpan, pocket menampilkan artikel secara bersih dan rapih tanpa ada embel embel iklan, menu dan sebagainya. Inilah nilai plus dari menggunakan pocket dibanding dengan layanan Social bookmarking. 

Tampilan saat membaca artikel yang tersimpan di pocket. Artikel diatas adalah salah satu artikel detik.com. Cantik bukan?

Implementasi

Implementasi dari program ini tidak fanatik kesalahsatu bahasa pemrograman atau platform tertentu. Inilah kuncinya, banyak diantara kita fokus hanya membuat aplikasi web, sebagain hanya fokus ke aplikasi mobil di platform tertentu.  Pocket mengakomodasi semua platfrom dan membiarkan user memilih platform yang disukainya.

Feedback->ekspansi-> API

Feedback

mintalah input dari user  karena merekalah yang merasakan apakah aplikasi yang kita buat bagus atau tidak dan apakah  sudah sesuai kebutuhan atau belum.

Ekpansi

dari feedback yang didapat, maka tambahkan fitur yang dirasa paling dibutuhkan user, lalu menambahkan platform lain jika memang user membutuhkan.

API

jika aplikasi anda sudah berkembang pesat, maka selanjutnya adalah membuat fungsi fungsi public yang lebih keren disebut API. Tujuannya adalah agar pihak ketiga bisa membuat aplikasi berdasarkan layanan yang kita buat atau mengintegrasikannya dengan aplikasi kita. Pocket memberikan kemudahan bagi aplikasi pihak ketiga untuk mengintegrasikannya kedalam aplikasi lain.

Kesimpulannya ketika anda membuat startup, fokuslah ke layanannya baru buat implementasinya disetiap platform, jangan hanya fokus kesatu platform kalau ingin sukses.

Author: Candra Adi Putra

Candra Adi Putra adalah Alumni STMIK AKAKOM Yogyakarta. Like Candralab Studio Di Facebook.

3 thoughts on “Panduan membangun Layanan dan Aplikasi Startup”

  1. Artikel bermanfaat! Saya dulu jg pernah menyaksikan sendiri ada startup “orange” yang runtuh dan hilang tanpa bekas entah mengapa.. Mungkin karena cuma sampai di masalah.. akhirnya cuma jadi masalah =))

Tinggalin komentar dong!