CandraLab

IT Pro & Developer Resource

Menu Close

Mungkinkah membuat ‘God Eyes’ Ala Furious 7

Sudah nonton Furious 7 kan? Kali ini saya ga akan meriview alur cerita filmnya. Disini saya fokus pada software ‘God Eyes’ yang bisa melakukan tracking realtime untuk melacak orang dimanapun dia berada. Ceritanya nih, Haker bernama Ramsey yang membuatnya.  Sebagai programer, saya merasa gatal untuk menulis tentang software tersebut. Apakah software tersebut benar ada atau bisa atau bisa dibuat saat ini?

Scene hacking

Scene hacking

Di film diceritakan bahwa Ramsey adalah hacker yang mampu mentracking seseorang secara realtime. Data dari God Eyes didapat dari GPS, Camera pengawas diseluruh dunia serta dari camera Smartphone yang dipakai milyaran manusia dibumi. Inti disini adalah tracking manusia dengan bantuan software.God Eyes akan kita bahas dari sisi sourcecode, realtime, jaringan, implementasi, sumber daya computasi, dan akses pihak ketiga.

Source Code

Di awal film diceritakan team Furious 7 ini berusaha menyelamatkan si Hacker. Hacker ini harus diselamatkan sehingga tim furous 7 bisa mendapatkan software yang sudah dicuri atau dijual. Kenapa harus repot repot mencari sofware yang sudah dicuri. Kalau sihacker punya kodenya kan tinggal di kompilasi. Aneh banget ga sih? Terus kalau software itu memang software embeded, kan bisa juga di install ke embeded juga.

Di film ini, berbagai usaha dilakukan untuk mendapatkan softwarenya, sampai sampai harus ke Timur tengah untuk mendapatkan software yang telah dicuri tersebut. Kita itu punya hackernya loh, ngapain software binarynya dicari lagi?

Realtime Analisis

Ini yang sangat tidak mungkin. God Eyes bisa menganalisa data secara realtime. Pertama, jika sistem itu embeded dengan ukuran tumbdrive, bagaimana mungkin bisa mengakses terabite data yang ada di internet untuk melacak seseorang. God Eyes juga bisa mengakses seluruh kamera di dunia serta mengaktikan dan menonaktifkan camera smartphone? Ini lebih tepat disebut menghayal. Realtime analisis perlu prosesor yang sangat cepat. Agar realistis, harusnya software yang sudah di install di chip thumbdrive ini harus mengakses grid computing, super computer atau cloud server dengan data awal yang harus ada dulu.

Jaringan dan security

Digambarkan bahwa God Eyes bisa mengakses seluruh smartphone dan camera lalulintas serta kamera gedung? What? di logika saja, tidak semua kamera terkoneksi internet. Sebagian lagi kamera terenkripsi yang bahkan super komputer saja perlu waktu berhari hari untuk memecahkan encripsinya. Yang lebih aneh lagi bisa menggunakan kamera HP smartphone dan langsung mengambil kamera kemudian gambarnya dianalisa secara realtime. Sekarang bagaimana kalo smartphonenya tidak punya paket Data? terus bagaimana mendeteksi HP tertentu aktif kemudian diambil gambarnya?

Impementasi

Jika software ini benaran dibuat, menggunakan bahasa apa kira kira? PHP? udah jelas ga mungkin. pake java? java tidak cocok buat hardware. Oh pake C++? pake C++ softwarenya cukup di letakan di embeded system dengan kemampuan sekelas komputasi super komputer? jelas tidak mungkin lagi. Software matlab yang khusus menangani permasalahan matematis saja perlu ratusan Megabyte, belum termasuk data yang akan di oleh.

Tidak ada bahasa yang bisa melakukan segalanya. Jika pake C mungkin bia mengakses kamera dari jarak jauh terus di remote. Namun fungsinya biasanya sangat terbatas pada merek dan seri tertentu di camera tersebut. Selain itu sandainya di camera ada firewallnya, udah dijamin god-eyes ga bisa menembus.  Ok bisa tembus. terus bagaimana kalau protokolnya bukan TCP/IP? terus bagaimana jika Devicenya tidak terkoneksi internet?

 

Sumber daya komputasi

pengertian sumber daya komputasi adalah prosesor, memory, hardisk, perangkat jaringan termasuk bandwith untuk pemrosesan data. Bagaimana mau diproses realtime jika foto yang diupload lewat Smartphone pake jaringan GPRS? bagaimana bisa mendapatkan semua smartphone yang aktif disuatu kamera tanpa pemrosesan yang besar. Bagaimana juga mendapatkan lokasi smartphone kalau GPS di smartphone juga dimatikan?

Ada adegan saat penjahat dibuntuti ke tempat persembunyiannya, terlacak lokasinya di Peta secara Realtime sesuai gerak mobil. Emang mobil penjahatnya ada GPSnya? emang penjahatnya tetap mengaktifkan GPS? tentu saja tidak. GPS di HP juga bisa di seting fake, misalkan lokasi saya di Yogya terus GPS saya buat fake agar terdeteksi di jakarta? God Eyes sudah ga mungkin mengecek kebenaran dari informasi tadi.

 

Akses ke layanan Pihak ketiga

Digambarkan juga sistem bisa mengambil data terkait ke pihak ketiga. Dalam bahasa pemrograman Web sering disebut WebAPI atau webservice. Anggaplah gambar yang diambil mau dibandingkan dengan foto foto difacebook? tentunya pihak ‘hacker’ harus ijin dulu dengan namanya API. kalau tidak di ijinkan ya tidak mungkin bisa mengakses data foto yang jumlahnya jutaan. Selain itu, dalam layanan API ada yang namanya Limit akses. Artinya pengakses dibatasi tiap hari,jam,menit atau detik bisa mengakses berapa kali? Jelas tidak mungkin sofware God Eyes melakukan hal ini.

Dari analisasi berbagai sisi pun, membuat software god-eyes tidak mungkin dibuat bahkan 50 tahun lagi dari sekarang. Alasan utama adalah sbb:

1. Protokol yang berbeda.

Masing masing perangkat komputasi menggunakan koneksi dan protokol yang berbeda. Memang protokol yang plaing populer adalah TCP/IP, namun bagaimana dengan protokol tertutup? selain itu, implementasi firewall masing masing produk juga berbeda. Tentunya metode pengamanannya juga bisa berbeda. hacker paling canggihpun disuruh bobol server sjuga butuh berjam jam atau bahkan berhari hari kalau ga ditangkap duluan, apalagi sistem yang otomatis menghack.

2. Sumber daya

Butuh superkomputer untuk memproses data yang realtime apalagi data bisa diambil dari sembarang camera didunia. BUtuh waktu untuk mentransfer data yang dicapture keserver dan butuh waktu untuk memproses data yang dikirim. Minimal 5 menit untuk melakukan pemrosesan, bahkan aplikasi autobackup di Google+ android saja butuh beberapa menit sampai gambar teruplaod keserver.

3. Bahasa pemrograman

Tidak ada bahasa pemrograman yang bisa dipakai disegala tempat. Untuk mengakses hardware biasanya memakai C, aplikasi visualisasi dan game pake C++, aplikasi multiplatfrom pake java. Mengakses data Webservice biasaya memakai PHP, Ruby atua python. Tentunya sandainya ada yang ingin membuat sistem God-Eyes, pastilah team, ga mungkin satu kepala membuat itu semua. Tahukah anda? untuk membuat Windows 7 diperlukan kurang lebih 10000 programer dengan total baris kode diatas 30juta baris.

seaindainya seorang programer bisa menulis 1000 baris kode perhari saja, maka butuh waktu 30ribu hari lebih yang bisa diartikan lebih dari 10 tahun.

Jadi biar pikirannya ga stres, cukup nikmati saja film furious 7 walaupun ga masuk akal.