Menunggu Matinya StartUp Lokal Indonesia

Anda tebak startup apa ini?

Jika anda perhatikan judul diatas, terasa ada pesimisme yang disampaikan oleh saya, bener ga? Tapi mari kita cek satu satu bagaimana bisa bisnis stratup di Indonesia akan bubble seperti balon lalu meledak dan bang! history repeat it  selft.

uangstartp

artikel ini merupakan bagian pertama dari 3 artikel dengan topik startup .

  1. menunggu matinya startup lokal di indonesia
  2. Stop Membangun Website Startup pasaran
  3. Mau bangun startup? Berpikirlah diluar kotak.

Fenomena startup ini mirip dengan dot-com buble di tahun 2000-2001. Di era itu, website menjamur dan akhirnya satu satu website down dan hanya meninggalkan website website berkualitas. Yah, seperti itulah seleksi alam. Hal ini sekarang sudah erjadi di era startup.

Mengapa mati?

Jika anda perhatikan, direktori startup lokal http://startuplokal.org ada ratusan website yang mengklaim website mereka adalah startup. Namun setelah di cek sebagian websitenya down, sebagian tidak terutus dan sebagian hanya blog yang di hosting di blogger atau wordpress yang isinya hanya berita asal comot dari berbagai sumber. Pertanyaannya? apakah itu startup?  apa layak di sebut startup?

Saya yakin para penggiat startup akan marah ketika membaca artikel ini, tapi WTF man! kita berbicara real aja deh. Startuplokal yang berisi direktori startup ternyata tidak ada batasan yang jelas apa yang disebut website startup. Sejauh ini saya perhatikan, sebagian websitenya justru malah spam apalagi dibagian upcoming startup.  Apakah sebuah blog berita bisa disebut startup? apakah website komunitas bisa disebut startup? apakah toko online biasa bisa disebut startup? Sebelum lebih jauh, mari kita tinjau pengertian startup dari wikipedia.

sebuah perusahaan startup atau startup adalah sebuah perusahaan, kemitraan, atau organisasi sementara yang dirancang untuk mencari sebuah model bisnis yang berulang dan terukur.  Perusahaan-perusahaan ini, umumnya baru dibuat, berada dalam tahap penelitian dan pengembangan pasar

sekarang perhatikan kalimat diatas, startup adalah perusahaan, nah apakah seseorang yang membuat blog disebut sebuah startup? Mencari model bisnis? Startup itu mencari model bisnis baru yang berulang dan terukur, sekarang sebuah blog dengan mengandalkan adsense? apakah itu sebuah startup? apa model bisnis baru yang ditawarkan? “Tahap penelitian dan pengembangan pasar” CATAT: TAHAP PENELITIAN, dari puluhan website di startup lokal yang ngaku startup, hanya sedikit yang mempunyai ide orisinal, kebanyakan hanya website yang dibangun dengan blogger, joomla, dan CMS yang lain dan tidak ada “Faktor” penelitian didalamnya. Bandingkan dengan startup sukses seperti dropbox. drobpox itu pionir sinkronisasi dan penyimpanan data yang mengilangkan konsep upload download manual? Bagaimana dengan startup di indonesia? Yah ente dah tau bagaimana realitasnya deh!

pengembangan pasar! perhatikan kembali dan renungkan kata ini,  Dari puluhan website yang saya kunjungi yang terdata di startuplokal.org,  mana pengembangan pasarnya? contohnya adalah fupei.com.  saya memilih fupei karena ratingnya tinggi di startuplokal.org dan sudah cukup lama.  pertama kali masuk websitenya anda disodori halaman login, mau pakai twitter akun atau facebook akun? CRAP, tidak ada penjelasan untuk apa website ini, apa layanannya! Ini website apa?

Anda tebak startup apa ini?
Anda tebak startup apa ini?

Setelah masuk, didalamnya hanya berisi update seperti twitter atau facebook, terus bedanya apa? lokal gitu? tidak ada sisi menarik dan sisi bisnis dari Fupei.com. (semoga si pemilik website ini marah marah di komentar). saya sendiri mengecek di alexa rangking website ini di rangking 1,2 jutaan tingkat dunia  dan di indonesia rangking 40ribuan. Bandingkan dengan website ini yang hanya sebuah blog , blog ini rangking 380.000 di alexa untuk rangking dunia dan rangking 10.000 an di indonesia. Saya sudah mengukur bahwa rata rata pengunjung harian mencapai 500 unik visitor dan hit 1000-an page. jika kita menggunakan perangkingan alexa sebagai patokan, hampir bisa dipastikan bahwa fupei yang startup ini dikunjungi kurang dari 500 orang perhari. Mungkin sekitar 200-an.

Ya,  sebagian anda pasti akan bilang “Dasar douchebag” cuma bisa ngeritik doang! hahaha..santai bro, bukankan kritikan itu yang membuat kita maju?  ini memang kekecewaan saya dengan pola startup  hangat hangat tai ayam seperti dotcom bubble di era 2000-an.

Tahun lalu saya ikut acara bancakan 2.0 di jogjakarta. Intinya bagaimana menghidupkan startup di jogja. Kira kira apa isinya? Iklan dari Microsoft dan layanan cloud local yang kerjasama dengan microsoft. CRAP, ini event startup apa event jualan?

Pola startup

Startup umumnya hanya sebuah website dan sebagian startup di indonesia membuat Game/atau alikasi mobile untuk android atau iOS.   Selanjutnya saya akan membahas kategori startup lokal di indonesia.

Startup di website startuplokal.org dkelompokan menjadi  beberapa kategori, yang pertama adalah aggregator berupa website yang mengumpulkan link/website /update twitter kedalam website baru untuk sebuah topik. Contoh dari website seperti ini adalah ceritakota.com; ini milik teman saya.

Tipe kedua adalah tipe news. mirip seperti detik.com dengan berbagai tipe berita yang saya yakin 90 copas dari website lain, salah satunya yang terdata disana adalahhttp://www.fiktur.com/. website yang dibangun dengan blogger ini memberikan banyak tips dan berita. Namun, dimana sisi startupnya? dimana sisi bisnisnya? apa yang baru disana/ GA ADA, lebih mirip blogger nyampah dan copas.

Ada juga teknojurnal.com, website ini lebih tepat saya sebut cloning dari Techcrunch dan tampilannya mirip banget dengan thenextweb.com, dua website ‘teknologi news’ yang cukup populer di internet. Namun artikel di teknojurnal juga sebagian ‘translate’ dari berita luar negeri dan sebagian berita lokal. Dalam websitenya teknojurnal per december 2012 di kunjungi oleh 58.899 unik visitor dan 77.904 pageview, artinya dalam sehari rata rata ada 2000 unik visitor dan rangking 5500 di indonesia. Tapi untuk mendapatkan hasil diatas, teknojurnal benar benar serius menggarap websitenya, mereka kerja team. Nah, jika website teknojurnal aja ‘hanya’ mendapatkan 2000 unik visitor padahal sering banget update, Bagiamana dengan website ‘startup’ yang hanya dikelola sekenanya, termasuk yang saya kritik adalah startuplokal.org yang dibagian startup showcasenya berisi blog, deadlink dan spam. Inilah yang membuat saya yakin makin dekat saja kematian generasi startup.

Kategori ketiga adalah tipe forum. Mirip dengan kaskus tapi biasanya khusus untuk komunitas tertentu ; contohnya adalah http://forumukm.com/. ini forum biasa, tidak ada nilai plus disini.

Tipe selanjutnya adala jejaring social , contohnya adalah http://travlogue.com/index.php. ini website jejaring social untuk para traveler; namun membangun startup yang hanya meniru website jejaring yang sudah ada tentunya bukanlah inovoasi. Rangking website ini hanya 1.9 jutaan dan terlihat tidak terurus. 

Startup ini cukup bagus dan prospektif sebenarnya, tapi saya lihat pengunjungnya ga ada. info terakhir di update dcember tahun lalu. ini menunjukan kalau startup di indonesia memang kolaps, benatar lagi mati. siapa yang mau mengingkari ok, mari kita lihat fakta di lapangan.

Kita lihat lebih jauh lagi? darimana para startup ini bisa hidup? menggandalkan investor dengan nilai dolar? Mimpi kale. satusatunya  yang  startup berhasil adaah koprol yang dibeli oleh Yahoo!. sayangnya setelah restrukturisasi,  akhirnya koprol di depak dari Yahoo. Tapi boleh dibilang inilah startup yang cukup sukses walapun cuman sebentar.

Pada kategeori selanjutnya ada direktori. salah satunya adalah http://t4nya.com. berisi informasi GIS diseluruh kota di indonesia. Dan inilah yang saya sebut ada nilai startupnya. dia membuat layanan peta lokasi fasilitas umum seperti pariwisata, atau kantor penting seperti kantor polisi. Siapa yang mengiisi info lokasi ? yang mengisi adalah para pegunjung; mirip dengan wikipedia. Cukup bagus tapi apakah ini sukses ? apakah bisa mendatangkan profit? website ini rangkin 1.6 juta di dunia dan rangking 90.000 ribuan di indonesia. jika saya kira kira, maka pengunjung perhari (Unik visitor) berkisar antara 100-200 orang.

untuk kategori ecommerce ga ada yangbaru disini. Saya lebih seneng menyebutnya bukan sebagai startup, tapi TOKO online biasa, contohnya  http://bursamuslim.com/. Website ini menjadi rangking 4000 di Indonesia merupakan hal yang luar biasa. saya memperkirakan ada lebih dari 1000 unik visitor perhari yang mengunjungi website ini. Inilah yagn namanya usaha, Ada produk real, bukan menjual data user ke pengiklan.

SO WHAT? or WHAT NEXT?

dengan melihat kenyataan diatas, maka sudah hampir pasti sebentar lagi startup lokal akan runtuh dan mati. Mengapa mereka mati? karena mereka tidak berinovasi. tidak ada nilai plus dan tidak ada yang unik. sebagian hanya proyek sampingan dan sebagian yang lain hanya tidak punya usaha yang real. Dipenutup saya beri sedikit saran jika ingin membuat startup. BUatlah USAHA YANG REAL dan JANGAN MIMPI KAYA MENDADAK karena dapat founding. sekali lagi itu itu hanya MIMPI!

Jadilah startup seperti gantibaju.com yang menjual baju, itujelas ada layanan yang d jual, bukan hanya menjadi webiste yang hidup sekali lalu –tak lama kemudian–  mati dan tak berarti.

Artikel lanjutan akan membahas, TIpe tipe website yang JANGAN ANDA BANGUN. mengapa? memang tidak ada larangan membuat website, tapi untuk website startup model web2.0 sudah tidak lagi layak untuk dibangun saat ini.  Intinya jika anda punya ide seperti ini :

“Wah saya ingin membuat jejaring seperti facebook, tapi bedanya….!”

STOP STOP STOP! jangan buat internet tambah semrawut, jika anda ingin sukses dalam startup jangan pernah berpikir seperti diatas, anda hanya follower, bukan trendsetter, dan saya jamin 99% jika anda mengeksekusi ide anda tadi, hasilnya hangat hangat tahi ayam. Saya akan lanjutkan diposting selanjutnya. Maaf sebelumnya jika saya blak blakan, hal ini saya lakukan biar enterprenur muda dan mahasiswa tidak mimpi siang bolong  kaya mendadak dapat founding dari Angel Investor    untuk sebuah layanan yang tidak cocok disebut startup  jika kita kembali mengacu ke pengertian di wikipedia.

Saya sambung di artikel selanjutnya…..

Author: Candra Adi Putra

Candra Adi Putra adalah Alumni STMIK AKAKOM Yogyakarta. Like Candralab Studio Di Facebook.

16 thoughts on “Menunggu Matinya StartUp Lokal Indonesia”

  1. udah lama juga nih ga nulis komen :D saya juga ga tau pada banyak bertahan ga nih startup jaman sekarang, kalau dilihat lebih detil lagi, mereka hanya besar pada saat pembukaan, lupa menyikapi bisnis itu sendiri pada saat perjalanan bisnisnya. saya liat para co founder2 atau founder startup di indonesia belum matang dalam pengalaman, banyak yang saya lihat di akun linkedin pengalaman kerja hanya beberapa bulan sudah pindah2 kerja, dan langsung mendirikan startup dengan mencari pendanaan.

  2. Mantap tulisan ini!

    Sekedar share akan ada sebuah apps unik asli Indonesia namanya IBOLZ singkat aja: dengan IBOLZ semua orang bisa punya tv! bukan hanya VOD tapi real TV online :) serius, tunggu tanggal launchnya :)

    Semoga ini masuk kategori startup lokal yg ajeg nantinya :)
    salam,

  3. Keren banget tulisannya nih, kalau ga salah dulu juga pernah ada startup namanya SalingSilang.Com. Tapi apa yang terjadi? Ujungnya bubar juga. Setelah itu IDBlogNetwork.Com, apakah ini juga bisa dianggap sebagai sebuah startup lokal? Bisa dijawab masing-masinglah. Salam kenal dari Borneo Mas… :-)

  4. Sebenernya gak mesti sama,

    “The founder of Dropbox was pitching in front of an investor one day, and the investor asked him: “there are similar companies out there doing the same as dropbox, why should I invest in just another similar company?”

    His reply: “Yes. There are similar companies out there doing the same as dropbox. But do you use any of them?”

    “No.”

    “Why?”

    “Because they are bad.”

    “Ok. That’s what Dropbox wants to solve.”

    –sumber: ?Answer by Carlos Del Carpio to How do you know if your startup idea already exists?? http://qr.ae/mf4iE

  5. Mau bisnis starup kalian berkembang dan mendapatkan investor? JOIN di DDB Accelerator. Divisi Digital Business (DDB) Accelerator, Telkom mengemas program bagi start up mulai dari perencanaan hingga program aksi. Akselerasi ini lebih komprehensif ketimbang inkubasi di mana harus melalui serangkaian proses yang ketat dan panjang. Mulai dari standarisasi, filterisasi, evaluasi oleh experience management, rekomendasi, positioning, mencari peluang dan probabilitas sehingga menjadi start up yang kompetitif.

    Ikuti juga Global Entrepreneur Week Summit 2014 Jakarta
    Jumat, 21 November 2014 di Ciputra World pukul 8:00 am – 5:00 pm

  6. I like your spirit. Kalau bubble sih belum, lha wong ngga ada yang besar :) Tapi memang spiritnya agak-agak melemah, tapi pandangan saya lebih karena semua menyadari membuat “perusahaan” itu sebenarnya susah, karena ini bisnis, buat cuma sekedar website.

  7. ahai kata2nya blak blakan banget mas keren :D
    memang benar seh tapi satu lagi startupdi indo itu gagal karena dari awal terbentuknya saja sudah mikir nyari duit bagaimana harus BEP beda sama diluar

    google baru berapa tahun baru kepikiran buat adsense? facebook klo uda mikir duit gak bakal sukses, iklan gak banyak cuma beberapa baris disamping
    cari berita tentang amazon dimana jalankan bisnis baru untung 8 tahun kemudian

    satu2nya yang bisa dibilang sukses mungkin cuma kaskus, indowebster juga sukses sebagai filehosting lokal dimana ketika ada orang nyari file pasti kepikiran “cari di indowebster”

    intinya seh bangun startup cuma passion sedangkan keuntungan akan muncul mengikuti perkembangan startup tsb

  8. Hahahha, sangar banget itu kritikan nya, tapi kita klo bicara tentang suatu usaha, memang ada hambatan nya, dan terkadang pula ada senang nya, bagaimana usaha itu, dan seberapa beratnya, tak ada salah nya jika mencoba, kalaupun kita gagal membangun sebuah usaha, kita juga mendapatkan ilmu dan pengalaman dari apa yang kita kerjakan. Karena segala sesuatu bermula dari bawah, sama halnya dengan manusia, merangkak, berjalan dan berlari. itu saja.

  9. Sepakat dengan tulisan di atas. Saya juga mulai eneng dengan ekosistem startup di Indonesia. Dulu semangat ikut pitiching dengan sejumlah angel investor, ikut kompetisi, dan sebagainya. Tapi belakangan saya juga menyadari dan melihat kesadaran yang sama. Apalagi penggiatnya udah semakin petantang-petenteng lagaknya kayak the next steve jobs, padahal yang dibangunnya cemen. Saya hanya takut, para investor (apalagi investor dalam negeri yang belum terbiasa dengan dunia startup teknologi), lama-lama jadi alergi karena “tertipu” sama mereka yang seenak udelnya mencap dirinya sebagai startup. Ditambah lagi nilai valuasi startup cemen yang sering kali diluar batas kewajaran itu, pasti lama-lama bikin investor pada ogah. Skema bisnis dan income masih cetek, tapi valuasi ke investor dah selangit. Ampun deh!

    Tapi toh disamping kesepakatan diatas tadi, saya juga ada tak setujunya dengan artikel diatas. Gantibaju sebagai contoh startup yang baik dan benar? Bukankah web itu hanya threadless yang dilokalkan? Dimana inovasinya? Dimana penelitiannya? Seandainya saja, Threadless memutuskan terjun langsung di Indonesia, gantibaju pasti langsung almarhum karena inovasinya nol.

    Terakhir, mungkin yang dimaksud tulisan diatas “funding” ya bukan “founding”?

Tinggalin komentar dong!