Mengkritisi Open Source, Mempromosikan Open Desain

graphics1

Gerakan open source sudah ada sejak tahun 1998, sedangkan gerakan free software sudah ada sejak era 80-an. Namun, walaupun Open source gerakan yang cukup sukses, banyak hal yang perlu dibenahi dari project open source. Hal yang paling nampak dari kekurangan open source adalah tidak adanya konsep, kerangka kerja, rancangan, desain dan roadmap yang jelas dari proyek open source. Artikel ini berusaha mempromosikan open desain dalam arti yang luas, bukan desain dalam arti desain grafis atau desain user interface.  Open desain disini mencakup perancangan UI, Database, Flowchart, Logic bisnis dan segala hal dibalik code. Hal ini penting karena code sendiri adalah implementasi dari desain. 

Statistik proyek Open source

Walaupun open source bisa deterapkan untuk setiap karya, namun pada kenyataannya, open source lebih cenderung ke proyek software. Sebelum melangkah lebih jauh, akan saya berikan statistik proyek open source yang ada di Open source Hosting

Hosting Jumlah Project
Source Forge 352.000
Google Code 250.000
CodePlex 28.000

Tiga layanan hosting project open source diatas menunjukan banyaknya software yang sedang dikembangkan, semuanya bisa anda dapatkan source codenya dan anda tinggal pakai tanpa membayar sepeserpun. Pertanyaan selannjutnya, mengapa dari ratusan ribu project tersebut hanya sedikit yang dikenal masyarakat? Mengapa mahasiswa jurusan IT sampai kehabisan IDE untuk menyusun skripsi kalau ada ratusan ribu code siap pakai yangbisa mereka copy paste? Itu semua karena tidak ada Desain (perencanaan), Roadmap, dan dokumentasi ataupun kalau ada mungkin tidak dipublikasikan oleh developer atau cuma ada di otak sipengembang. Jika anda terbiasa dengan project open source, kebanyakan dokumentasi hanya berisi INSTALL, TODO, Changelog.txt dan README.

Open Desain,apa itu?

Awal mula dari kebanyakan proyek open source adalah proyek hobi. Si developer iseng untuk mengembangkan program lalu dilempar ke internet. Orang lain yang tertarik dengan proyek tersebut lalu ikut bergabung, memberi patch, bugfix dan sebagainya. itulah mengapa sebagain besar proyek open source tidak berkembang, karena hanya hobi. Kadang, ada proyek yang dibuat tahun 2001, baru aktif lagi tahun 2003. lalu setelah sekian lama ‘tertidur’ baru tahun 2010  merilis versi terbarunya.

Open Desain merupakan bagian dari open source namun lebih mendasar, Open desain artinya anda harus membuka Rancangan UI, Perancangan kelas, Flowchart, Logic bisnis dan segala konsep yang ada dibalik kode. Konsep ini beusaha melengkapi open source yang hanya fokus pada Code, jika open desain kita asumsikan karya ilmiah seperti skripsi atau tesis, Open desain adalah  pendahuluan,dasar teori, perancangan, testing, dan Roadmapnya sedangkan open source hanya membahas implementasinya. Lihat? jika anda diberi source code sebuah project apakah anda langsung tahu bagaimana project dirancang? Tidak, itulah mengapa open desain itu PENTING!

Roadmap

Sebagian besar projek open source tidak punya Roadmap yang jelas, hanya sedikit yang melakukan hal itu, salah satunya adalah Ubuntu. Beberapa project besar menggunakan konsep yang sama dengan ubuntu namun sisanya yang lebih dari 90% berjalan sekenanya. Jika anda ingin mengopensourcekan project anda pastikan  bahwa anda mempunyai roadmap yang jelas seperti ubuntu dan jika anda sudah tidak ada waktu untuk menghandle project tersebut alahkan baiknya anda menunjuk ‘project leader’ yang lain. Kebanyakan project open source hanya sekali dua kali rilis setelah itu mati atau tidak ada pengembangan lebih lanjut. Anda bisa membuktikannya sendiri di Sourceforge.net.

Perancangan

Open source lebih fokus ke Coding dan debugging, open desain merupakan segala hal disekelilingnya. Coding adalah implementasi sedangkan desain adalah blueprint

Sebutkan project open source yang memberikan rancangan diagram UI, diagram OOP, diagram Database atau minimal flowchart dalam pengembangan nya! sejauh ini, tidak ada satupun project open source -yang saya tahu-yang tersusun secara rapi seperti tahap diatas. Mungkin anda berpikir? Nah yang penting kan source codenya? Betul, anda bisa melihat source codenya namun apakah anda tahu bagaimana cara kerja code? tahu bagaimana software dirancang? NO! itulah kelemahan utama open source.

Jika Anda ingin agar orang bergabung dan ikut mengembangkan project anda, sebaiknya mulai dari sekarang, buat konsep nya, rancang desainnya dan publikasikan, jangan tiba tiba source code. Ini pelajaran buat kita semua termasuk saya. Saya sendiri punya 2 project open source yang dokumentasi dan source codenya sudah saya lepas di Google code, namun nyatanya cukup banyak yang menanyakan kenapa program tidak berjalan, kenapa error dan seterusnya padahal dokumentasi dan Source code sudah ada? kita bayangkan jika yang dokumentasi ,perancangan dan  source code nya saja orang masih bingung dengan code yang kita buat, Bagaimana dengan project sebesar seperti kernel linux yang anda hanya diberi source code yang jumlah barisnya sampai jutaan?

Dokumentasi

Sebutkan project open source yang terdokumentasi dengan baik? Sangat sedikit bukan? diantara project yang terdokumentasi dengan baik yang saya tahu adalah Ubuntu, Yii Framework serta Code Igniter. Yang lainnya? hanya sekedar README atau ‘tanya forum’. OMG! inilah mengapa adopsi opensource hanya sampai ke level developer bukan ke user. Dumentasi yang baik terdiri dari 3 hal yaitu dokumentasi code, dokumentasi Setup Guide dan dokumentasi User Guide.

Dokumentasi Code

Dokumentasi Code memberikan penjelasan tentang API (fungsi public) dan bagaimana algoritma diterapkan. Jika anda pemakai Java atau .NET sebagian besar documentasi ini sudah tersusun dengan sangat baik. Proyek PHP Framework saat ini juga sudah cukup bagus mendokumentasikan Codenya. Namun, coba anda lihat project open source yang bertebaran di internet? Mana dokuentasinya?

Dokumentasi Setup Guide

Setiap software pasti harus di install atau diseting terlebih dahulu, kebanyak proyek open source hanya memberikan ‘README.txt’  atau INSTALL.txt yang isinya hanya penjelasan singkat atau kadang tidak ada sama sekali semuanya serba  ‘DO IT YOUR SELF’. User dipaksa  mencoba meraba raba cara installnya. OMG! bagaimana proyek open source akan sukses jika cara installnya saja kebanyakan user tidak tahu?

Dokumentasi User Guide

Dokumentasi ini ditujukan untuk para user yang nantinya akan memakai software anda. Sayangnya, dokumentasi inilah yang paling sedikit bahkan kadang tidak ada sama sekali. Silahkan anda install program desktop di linux dan cari dokumentasi cara penggunaannya? Si developer sadar kalau pemakai akhir adalah orang awam namun User Guide tidak disertakan? coba lihat software non open source yang dijual secara komersial, dokumentasinya sangat bersih,  kalau perlu menggunakan langkah demi langkah yang sangat jelas, bahkan sebagian yang lain menyertakan video cara penggunananya.

Kesimpulan

Saya sudah berkecimpung di dunia open source sejak tahun 2003 dan kekurangan paling nampak dari proyek open source ada pada dokumentasi pengembangannya. Tulisan ini mempromosikan Open desain. Open desain bukanlah menggantikan open source namun berusaha melengkapinya. Selama project open source tidak memperhatikan dokumentasi dan roadmap yang jelas, saya pesimis ratusan ribu proyek open source bisa dikenal dan dipakai oleh masyarakat luas. mari kita bersama sama mengembangkan project yang bersifat open desain sekaligus open source. sekali lagi Promosikan Open Desain, bukan hanya Open source!

Author: Candra Adi Putra

Candra Adi Putra adalah Alumni STMIK AKAKOM Yogyakarta. Like Candralab Studio Di Facebook.

Tinggalin komentar dong!