Keynote Google IO 2012 Hari Kedua

google_logo_41

Logo Google IO

Di hari kedua Google IO, Google memfokuskan diri pada thema Chrome, WebApp dan Cloud. Berikut ini adalah ringkasan dari keynote hari kedua.

Chrome

Chrome tersedia untuk Android dan iOS

Google merilis Browser Chrome untuk iOS dan merilis versi stabilnya untuk Android. Sayangnya, Chrome untuk android hanya bisa dinikmati oleh para pemilik smartphone atau tablet Android Ice Cream Sandwich keatas.

Google Chrome Sync

Setelah mengumumkan rilis untuk perangkat android dan iOS, Google memperkenalkan kehebatan teknologi Chrome sync. Google mendemokan bagaimana chrome sync bekerja, saat user menggunakan Mac Book, kemudian dia pindah ke ChromeOS, kemudian pindah ke Android dan yang terakhir dia pindah ke iPhone, semua settingnya secara otomatis akan ‘terbawa’ dan di sinkronisasi. Google Chrome sync mensinkronisasi Bookmark, thema, ektensi dan setting. Intinya, Google ingin memberi pengalaman yang sama bagi para pengguna Chrome baik dia berada di PC, tablet, atau Smarphone.

WebApp

Sejak Google terjun kepasar browser, hal yang paling sering diusung adalah webApp. WebApp adalah aplikasi berbasis web seperti GMail, Google Docs, atau Flickr yangmana user tidak perlu menginstall program untuk memakainya. Cukup buka browser dan anda bisa memakai aplikasi tersebut. Sekarang, Google punya Chrome Webstore yang mempunyai ribuan aplikasi berbasis web baik yag bayar atau yang gratis. Fitur baru yang berhubungan dengan WebApp adalah Google Drive dan Offline Google Docs

Google Drive

Google drive adalah layanan penyimpanan file secara online sekaligus layanan editing dokumen, spreadsheet dan presentasi didalamnya. Anda bisa mengupload sembarang file ke Google Drive. Anda bisa mengedit file doc atau exel anda langsung disini. Google Drive sebenarnya sudah beberapa bulan lalu diperkenalkan, namun penekanan di keynote adalah kemampuan Drive yang bisa terintegrasi dengan layanan pihak ketiga.

Sebagai contoh, anda membuat foto editor online. Nah, agar anda tidak repot dalam pengelolaan file, kenapa file gambarnya tidak disimpan di Google Drive sehingga anda tidak perlu mempunyai server dengan hardisk besar. User juga merasa lebih nyaman karena tidak perlu login atau membuat akun, cukup gunakan Akun Google untuk memakai aplikasi anda. Solusi win win bukan? Daftar aplikasi web yang sudah terintegrasi dengan Google Drive bisa anda lihat disini

Google Docs Offline

Google docs adalah layanan Aplikasi Office online dari Google. Kekurangan yang paling nampak adalah anda tidak bisa mengedit dokumen saat anda tidak terhubung ke internet. Sekarang, Google docs bisa dipakai bahkan saat koneksi internet tidak ada, hebatnya setiap editan file yang dilakukan secara offline otomatis akan tersimpan di server saat koneksi internet kembali ada. Saat ini, baru layanan Word Prosesor dan Spreadsheet yang mendukung Offline, kedepannya Aplikasi editing presentasi juga akan mendukung fitur ini.

Cloud

Era cloud sudah dimulai sejak kemunculan web 2.0, namun User hanyalah user yang bisa memakai layanan tersebut. Sekarang, Para developer bisa memanfaatkan Server Google untuk ‘menampung’ aplikasi web yang mereka buat. Dalam event kali ini, Google membuat Gebrakan dengan Layanan ‘Google Compute engine’. Compute engine adalah Machine virtual berbasis Linux yang bisa anda pasang di server Google. Menariknya, Google hanya membebani biaya ‘as you go’. Makin ramai pengunjung aplikasi web anda, maka biaya juga makin besar. Namun, jika pemakai aplikasi web anda sedikit anda juga membayar lebih sedikit. Google mengklaim bahwa biaya untuk teknologi ini jauh lebih hemat 50% dibanding layanan teknologi Cloud yang lain.

Teknologi ini ditujukan untuk perusahaan yang ingin membangun aplikasi berbasis web dalam skala besar. Jika anda mengenal lebih jauh dengan teknologi Cloud dari Google bisa anda buka di http://cloud.google.com.

Author: Candra Adi Putra

Candra Adi Putra adalah Alumni STMIK AKAKOM Yogyakarta. Like Candralab Studio Di Facebook.

Tinggalin komentar dong!