Hidup Dari Layar ke Layar

Screen eating our social life
Screen eating our social life
Screen eating our social life

jika kita perhatikan kenapa sih teknologi input ouput fokus ke layar?  Mari kita cek satu persatu dari bangun tidur sampai kembali ketempat tidur. Pertama bangun tidur, yang membangunkan kita adalah Alarm, bukan alarm analog, namun bisa berupa Tablet atau smartphone, artinya yang pertama anda lihat adalah Layar. Anda mandi, siap siap bekerja dan anda memakai jam tangan digital di tangan anda. Tanpa disadari, setiap kita mengecek jam tangan, pasti kita menatap layar bukan ? kecuali anda memakai jam analog. Jam tangan biasa juga mulai bergeser ke smartwatch yan bisa berisi informasi cuaca terbaru, mengecek notifikasi SMS atau Twitt er dengan nama smartwatch.

Selain mengecek smartwatch mungkin anda akan membuka tablet anda dan mengecek ‘koran digital’  dipagi itu. Anda lagi lagi menatap layar Tablet. Anda siap siap bekerja, naik mobil dan mobil anda sudah tertanam GPS untuk mengecek trafik lalulintas hari itu, apa yang anda lihat? Layar GPS . GPS ini bisa berupa embeded GPS di mobil atau smartpone yang dijadikan GPS Navigation.

Sampai kantor, mungkin anda membuka layar komputer atau laptop untuk mengecek materi presentasi hari itu, lagi lagi layar yang harus ditatap, persiapan OK, namun beberapa rekan kerja belum datang, maka anda harus SMS atau memBBM ke teman teman anda, apa yang anda tatap ? Layar Smartphone.

OK, bos datang dan rekan rekan kerja sudah kumpul semua, lalu yang anda lakukan adalah menampilkan proyektor dan lagi lagi anda akan melihat presentasi anda di layar. Mungkin sudah agak siang dan anda makan siang di Cafe atau kantin, apa suguhan atau media hiburan yang selalu ada? TV , lagi lagi anda menatap layar. OK jam istirahat selesai, mungkin anda harus mengerjakan beberapa dokumen di hari itu karena besok harus disampaikan ke client. Yang anda buka adalah Word presosor, Tool desain atau IDE kalau anda seorang programer.

Waktu sudah sore dan ini weekend, Tiba tiba remainder smartphone menampilkan notifikasi bahwa hari ni anda ada janji nonton dengan teman teman anda. Anda bergegas pulang dan anda terjebak macet. Apa yang anda lihat? Papan iklan Digital bertebaran di pinggir jalan dengan berbagai produk yang menyertainya. Lagi lagi LAYAR adalah apa yang anda lihat. Sesampainya dirumah, mandi lalu bergegas ke bioskop.

Sambil nunggu bioskop tayang, mungkin anda mengambil foto dulu dan diupload ke instagram, atau cekin di foursqure atau mengecek review dari website. jam sudah menunjukan pukul 8 malam dan film dimulai, Apa yang ada tatap? Layar , lagi lagi layar. Anda puas nonton film malam itu, filmnya keren, efeknya bagus dan anda langsung update twitter dan facebook. Anda pulang dan karena anda merasa hari itu sangat melelahkan, hal terakhir yang anda lakukan adalah menset alarm untuk besok pagi.

Jika kita perhatikan lebih dalam, apaka memang input output identik dengan layar? Layar dua dimentasi flat dengan touch screen sekarang sudah menjadi hal yang biasa. Artinya, sejak adanya TV dan layar monitor, Komputer dan alat bantu manusia lebi fokus pada indra pengliatan dan selama puluan tahun tidak berubah dari situ. Yang ditekankan hanya Layar semakin cerah, resolusi makin tinggi dan kedalam warna. Teknologi baru bermunculan, namun tetap saja semuanya masih fokus kelayar, ada beberap yang belum saya sebut adalah SmartGlass (kacamata digital/Google glass), Konsole XBox, PS4 dan berbagai jenis permainan juga masih fokus dilayar, bahkan acara debat dan acara pertandingan sepak bola pun semua kembali kelayar.

Hidup digital lebih tepat disebut hidup pasif menjadi konsumen dan penonton. Masi kurang juga? coba lihat TV 24 Jam nonstop, Video youtube yang tidak akan habis ditonton sampai kita mati sekalipun. Terus apa dong intinya artikel ini? Get A life, luangkan waktu tanpa layar, tutup laptop, tinggalkan smartphone dikamar dan mulailah mengobrol dengan teman teman anda.

Sebagai seorang lulusan komputer, di artikel selanjutnya saya akan menulis tentang Teknologi Input /output yang mengembangkan teknologi layar keluar dari 2D dan menampilkan output kedalam bentuk yang lebih natural dan realiastis plus input dan ouput ke 4 panca indera lain selain mata. Selengkapnya akan saya tulis di artikel selanjutnya.

Tulisan ini hanya opini pribadi dari seorang yang hidupnya terisi dengan layar dan berusaha mengurangi aktifitas yang behubungan dengan layar. singkatnya, A man who Try to GET A LIFE!.

Tulisan ini terinspirasi dari video dibawah ini:

Author: Candra Adi Putra

Candra Adi Putra adalah Alumni STMIK AKAKOM Yogyakarta. Like Candralab Studio Di Facebook.

Tinggalin komentar dong!