Evolusi Mesin Pencari Google

graphseach_1

Google adalah mesin pencari yang sudah sangat populer, namun bagaimana Mesin pencari Google berevolusi? artikel berikut ini dan beberapa artikel kebelakang akan membahasnya.

Apa yang bisa dicari Google

Pada awalnya Google hanya mengindeks data dari website website yang tersebar di dunia. Google tidak bisa menjawab pertanyaan anda, Google hanya mengarahkan anda ke website yang mempunyai jawaban dari pertanyaan anda.

Sekarang, coba anda ketikan “Indonesia” apa yang anda dapat? Informasi fakta seputar indonesia yang ditampilkan disamping kanan hasil pencarian. Google sadar bahwa User ingin menemukan jawaban dari pertanyaannya secepat dan seakurat mungkin, tanpa harus mengklik link hasil pencarian.

Maka Google memulai usahanya membuat Knowledge graph. Teknologi ini intinya memberikan solusi dari fakta yang ada didatabase Google langsung kedepan anda. Jika anda menggunakan android Google now, Android langsung membacakan informasi ringkasnya ke anda.

Informasi Graphsearch dikumpulkan dari berbagai sumber, dua diantaranya adalah Wikipedia dan FreeBase.  (freebase akan saya jelaskan diposting terpisah).

graphseach_1
Knowledge graph dari hasil pencarian Google di ektrak oleh Google dari berbagai sumber dan di ringkas buat anda.

Google tidak puas kalau hanya bisa melakukan pencarian berdasarkan inputan Text, maka  Google menambahkan teknik pencarian dengan dua input tambahan yaitu Voice Search dan Image Search.

Beralih ke Image search, Google bisa menemukan gambar yang kita cari bukan hanya dari inputan teks namun dari gambar yang anda upload. Jika anda bingung tentang informasi sebuah gambar maka cara paling gampang adalah uploadlah Gambar tadi ke mesin pencari Google. Informasi tentang gambar tersebut serta gambar yang mirip akan ditampilkan. Seperti dibawah ini.

Saya menguplaod ambar img1.jpg berupa gambar borobudur, ternyata Google bisa mengetahui bahwa gambar yang saya upload adalah gambar borobudur serta menampilkan informasi pencarian borobudur.

googleguest

Di android, aplikasi pencarian dengan gambar ini juga tersedia dengan nama Google Googles. Google terus berambisi untuk memperbaiki hasil pencarian gambarnya, salah satu ambisi Google adalah mendeteksi setiap jenis gambar dan memberikan informasi relevan ke user.

Salah satu yang masih sulit diimplementasikan adalah daun. Google masih memperbaiki algoritmanya agar saat anda mengambil foto daun dari pohon yang tdak anda kenal, Google bisa memberi informasi yang tepat. Ambisius banget kan? jangan heran jika suatu saat anda bisa mendapatkan informasi seseorang secara mendetail dengan hanya berbekal gambar.

Google punya misi mengumpulkan semua informasi didunia dan menampilkan informasinya kepada dengan benar, relevan dan sesuai konteks. Selain Google search dan Image search, Google mempunyai jenis pencarian yang lain seperti dibawah ini.

Google sudah merajai pencarian website dan gambar di Internet, apakah itu cukup? tidak. Google memperluas untuk bisa menampilkan informasi di Blog, itulah mengapa Google membeli Blogger ditahun 2003, Google membeli Youtube 2005 untuk memperkuat mesin pencari Videonya, Mesin pencari paten, aplikasi, produk, buku, resep makanan, aplikasi dan forum di internet. (silahkan klik tab di hasil pencarian Google).

 

Yang tidak bisa dicari Google

Walaupun Google sangat hebat dalam melakukan pencarian, ternyata Google juga masih punya banyak kekurangan,Diantaranya,  Google tidak bisa mencarikan code program atau fungsi untuk keperluan programing anda, mesin pencari untuk ini paling cocok adalah Github atau http://code.ohloh.net/.  Sebenarnya dulu Google mempunyai mesin pencari ini dengan nama code search, namun entah mengapa layanan ini juga dimatikan.

Google juga tidak bisa mencari suara seperti bunyi harimau atau mendeteksi suara seperti gambar. Yang lebih penting lagi, Google tidak bisa mendeteksi riwayat penyakit anda atau berapa tagihan PLN/PAM anda setiap bulannya.

Mungkin anda heran kenapa kok saya menuliskan dua hal diatas? Google dulu pernah membuat mesin pencari riwayat kesehatan seseorang dengan cara “user” memasukan penyakit yang dideritanya ke Google health. Namun entah mengapa layanan ini dimatikan, namun alasan paling penting mungkin masalah privaciy.

Google juga pernah membuat layanan Google power meter, hanya dengan memasukan nomor rekening listrik (hanya di amerika) maka anda bisa melihat grapik pemakaian listrik anda perbulan. Layanan ini juga dimatikan.

Google tidak bisa mentrack kemana saja mobil anda pergi, habis bensin berapa liter dan berapa jarak yang ditempuh, namun sepertinya dalam beberapa tahun kedepan google bisa melakukannya dengan proyek ‘self driving car’. Kebanyakan fitur ini sebenarnya juga sudah banyak di implementasikan oleh para pengusaha rental kendaraan dan PO Bis, namun untuk masalah pencarian, Google tidak bisa melakukan pencarian rekam jejak mobile anda.

Google juga tidak bisa melakukan perhitungan matematika tingkat tinggi seperti wolfram alpha. Mesin pencari wolfram alpa bisa memberikan jawaban detail dan benar dari input soal matematika seperti integral atau diferensial.

Rencana Google ke depan

Satu hal yang paling saya suka dari Google adalah semangatnya dalam berinovasi. Prinsip dasar dari inovasi Google adalah moonshoot. Secara mudah, jika nilai sukses sekarang adalah 1 maka google mengejar target kesuksesannya 10x dari kesuksesan sekarang. Ini sangat berbeda dengan perusahaan lain yang fokus untuk “mengimprove” layanan dan produknya 10% lebih baik atau 2x lebih baik dari sekarang.

Kembali ke mesin pencari, kedepannya Google sedang fokus mengembangkan conversation search. Konsepnya, Google ingin menjadi mesin mesin komputer canggih seperti di film film sience fiction,  antara anda dan mesin pencari Google layaknya orang berdialog. keyboard sudah tidak dipakai lagi karena conversation searh memanfaatkan input suara dan output dari hasil pencarinnya juga dalam bentuk suara dan hanya menampilkan informasi dilayar jika dirasa perlu. Keren kan? Ingin lihat gambarannya cek video dibawah ini.

Artikel selanjutnya akan membahas tentang Google knowledge graph.

Author: Candra Adi Putra

Candra Adi Putra adalah Alumni STMIK AKAKOM Yogyakarta. Like Candralab Studio Di Facebook.

1 thought on “Evolusi Mesin Pencari Google”

Tinggalin komentar dong!