Drop out lalu sukses, Yakin lo?

toga1

Sebagai mahasiswa Teknik informatika, tentu pernah dengar dong cerita orang-orang sukses yang drop out dari kuliah. Sayangnya cerita ini dimakan mentah-mentah. maka jangan heran para motivator dan mahasiswa bodoh berargumen bahwa drop out juga bisa sukses.  Namun pernahkah anda menggali lebih dalam tentang cerita drop out dari para Orang sukses   dibidang IT seperti Steve Job, Bill gates atau Mark Zuckerberg. mari kita lihat lebih dalam sebelum anda terlena dengan konsep “Drop out juga bisa sukses“.

Steve Jobs

steve job dikenal sebagai orang yang perfeksionis dan drop out waktu kuliah dulu. Anda tahu kenapa dia drop out? ternyata karena orang tuanya tidak mampu,  lalu si steve job ini ikut kursus kaligrafi dan dari sinilah steve job menemukan jalan. Jalan makin jelas ketika dia berkenalan dengan steve wozniak yang sama sama suka dengan elektronik.  Dimasa mudanya bersama dengan steve wozniak, mereka membuat gebrakan dengan membuat komputer Apple. Steve job bukan hanya pintar dari sisi teknis, namun juga punya jiwa bisnis dan seni. Itulah mengapa produk apple terkenal dengan sifat yang revolusioner (katanya), menjadi trendsetter, cantik dan sangat mudah dipakai.

pelajaran yang bisa diambil, si steve job sudah jago elektronik dan  komputer walaupun di drop out. coba anda analisa? apa karena drop outnya yang bikin sukses? bukan, itu karena kemampuan elektronik , otak bisnis dan jiwa seninya jauh melebihi mahasiswa yang lulus S1 sekalipun waktu itu. nah sekarang lihat diri kamu? Drop out terus sukses? Yakin loh?

Bill gates

berbeda dengan steve job, bill gates berasal dari keluarga orang kaya, hal yang membuatnya drop out adalah ‘otak bisnis’ dan ‘kecerdasanya’ yang jauh diatas lulusan S1 waktu itu.  sekedar ngasih tau, bill gates bisa memprogram komputer sejak umur 13 tahun. nah saat Era Komputer PC mulai tenar, dia dan paul alen membuat bahasa pemrograman basic. coba dianalisa, kita buat program aja eror sana sini, si Gates ini membuat bahasa pemrograman basic. sampai saat ini, membuat compiler atau interpereter adalah perkara yang sangat sulit, bahkan lulusan S2 pun belum tentu bisa membuat bahas a pemrograman. Si bill gate ini di era 70-an bisa membuat basic dan menjualnya ke perusahaan komputer.  nah sekarang lihat, dia drop out karena malas atau bodoh? Tidak, dia drop out karena kemampuan otaknya jauh diatas rata rata mahasiswa S2 atau bahkan S3 sekalipun di kala itu.  Hal lain yang bikin dia sukses adalah otak bisnisnya. MS DOS kala itu tidak di jual putus ke IBM tapi dijual dengan model lisensi. gampangnya gini, anggaplah si bill gate membuat perjanjian dengan IBM, setiap penjualan PC yang dilengkapi MS-DOS, dia dapat 10%. Nah loh, kala itu IBM itu rajanya PC, makin banyak PC yang terjual, makin banyak juga pundi pundi duit yang mengalir ke bill gate!. nah sekarang lihat diri kamu? Drop out terus sukses? Yakin loh?

Mark Zuckerberg

Nah ini dia  idola kaum muda sekarang, si pencipta facebook ini sering di bilang “The next Bill gates”.  Mark keluar kuliah karena ketertarikannya dengan pemrograman  dan komputer serta prospek bisnis yang besar dari facebook. Dia keluar bukan karena bodoh, tapi karena terlalu jenius dan kuliah terlalu mudah baginya. seperti bill gates, Mark pertama kali membuat program komputer pada saat usia 13 tahun. Nah, kala itu teman temannya masih suka main game, si Mark ini justru membuat Game. Kemampuan hacking dan programmingnya juga termasuk jempolan.   nah sekarang lihat diri kamu? Drop out terus sukses? Yakin loh?

Saya keluar  bukan karena bodoh, saya sudah jago hacking, coding dan jaringan!

yakin loh? walaupun anda sudah jago hal hal diatas, sebaiknya anda tetap melanjutkan sampai lulus. Ingat man, saat kita kerja, faktor gaji dihitung dari lulusan kita, artinya kalau kamu drop out, kamu cuma lulusan SMA, walaupun anda jago, gaji anda standar SMA.  Saat perekrutan tenaga kerja pun, hal pertama yang  harus dipenuhi adalah syarat administrasi. Jika sebuah perusahaan mensyaratkan programmer minimal S1 dan anda mendaftar dengan ijazah SMA, berkas anda langsung di singkirkan dari meja HRD. kenapa? karena anda tidak memenuhi syarat. Anda bisa saja berkoar koar anda jago programming, jauh melebihi mahasiswa yang IPnya 4.0 sekalipun, tapi ingat. Ijasah itu ibaratnya Tiket, kalau anda ga punya tiket, gimana bisa masuk? atau anda masuk tapi anda akan di jagi standar SMA, Mau?

Mulai sekarang, jangan berpikir pendek, drop out lalu sukses, Mimpi kali!. Ini juga berlaku untuk jurusan yang lain, terutama di  ilmu eksak seperti matematika atau IPA. Anda masih percaya kalau Newton menemukan teori gravitasi hanya karena kejatuhan apple? yakin loh?  Einsten waktu kecil bodoh dalam matematika, yakin loh? Einsten sudah menguasai Kalkulus saat berumur 15 tahun silahkan baca “membunuh mitos2 dan penyederhanaan sejarah penyebab impian palsu”  untuk lebih jelasnya. Disitu akan dijelaskan lebih detail tentang cerita para ilmuwan yang disederhanakan sehingga akhirnya menjadi mitos bahwa bodoh juga bisa sukses.  saya tutup dengan “Drop out lalu sukses, Yakin lo?”

Author: Candra Adi Putra

Candra Adi Putra adalah Alumni STMIK AKAKOM Yogyakarta. Like Candralab Studio Di Facebook.

26 thoughts on “Drop out lalu sukses, Yakin lo?”

  1. I got the the point. Intinya skill nya yg penting, bukan ijazahnya. Contoh2 yg disebutkan kan kondisinya mereka sudah punya skill hebat, berkemampuan bahkan di atas lulusan S2. Nah maksud penulis adalah untuk kita-kita yg manusia rata-rata dan mayoritas karirnya DIAWALI dengan mencari pekerjaan, kuliah tetap penting bro. Jangan karena banyak orang sukses yg DO lalu menjadikan pembenaran padahal kondisi MAMPU untuk kuliah, hanya saja malas dan meremehkan.
    Bagi yg merasa berkemampuan di atas rata2 atau yg memang gak mampu kuliah yasudah, kalian di luar bahasan artikel ini kok. Di luar poin pentingnya.
    Ini kok pada sensitif amat yak. Selow gans :D

  2. Chandra, anda ini salah banget. Kesuksesan bukan di tentukan ijasah s1, s2, s3. Tapi di tentukan kemampuan dari dalam diri orang masing2. Bahkan ilmu di perkuliahan hanya teori saja & gak ada yang bisa di praktekkan di dunia kerja. Bahkan aku dulu DO dari kuliah karena materi yang diajarkan seperti dongeng saja tanpa bisa di praktekkan di masyaraka. Maaf bukannya sombong, Aku sekarang punya usaha jual beli n servis komputer, puluhan warnet, guru kursus komputer (office word, office excel, photoshop, corel draw, perakitan n desain grafis) walaupun saya lulusan SMA yang semuax di pegang banyak karyawanku.

    1. saya komen sekali lagi…saya menulis artikel ini BUKAN untuk yang drop out karena ekonomi, tapi untuk PARA PEMALAS DILUAR SANA yang mengangap bahwa kuliah itu ga penting, dan tertipu dengan buku buku motivasi yang mengatakan drop out sukses. Bagi yang drop out karena faktor ekonomi, ARTIKEL INI TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG KALIAN… terimakasih.

  3. Chandra harus banyak belajar pake otak kanan jgn berfikir pake otak kiri terus! Nanti anda gak maju-maju. Anda hanya bisa buat artikel aja nanti tp banyak melukai hati org indonesia yg memang dari segi pendidikan formalnya kurang/ karna do. Sukses bukan ukuran dr ijazah mas bro, banyak s1 s2 nganggur dan tamatan sma sukses!

  4. Hahaha yang ga kuliah aja bisa sukses bro, alm.steve jobs mungkin ga bakal ciptain apple kalo dia lanjut kuliah, jobs juga bilang “stay hungry,stay foolish” artikel yang bro buat terlalu sarkas. kalo yang baca mahasiswa yang terpaksa D.O karena keterbatasan dana atau hal lain terus ngeliat artikel ini gimana bro? kalo bro candra ada diposisi seperti itu gimana? kalo menurut saya di D.O atau lulus kuliah tergantung pribadi masing-masing buat nentuin kesuksesan. ga selamanya yang di D.O itu ga sukses, ga selamanya juga seorang sarjana sukses.

  5. Mungkin kalo berpikir buat kerja dan jadi budak kapitalis ya bener sih ijazah penting banget, darimana lagi orng bisa liat kompetensi seseorang? Apalagi kalo perusahaan besar yang peminatnya banyak, perusahaan ga bakal ngecek satu satu secara langsung tu orang bisa apa. Pasti yang diliat pertama dari pendidikan formalnya dulu dan bukti dari ente pendidikannya bagus ya dari ijazah itu. Tapi inget ya bro, sekarang kita udah masuk ke Information Age dimana kita bisa belajar bukan cuma dari pendidikan formal aja. Bahkan sekarang ini bagi seorang mahasiswa sendiri untuk bahan bikin thesis atau tugas akhir juga gue yakin dari internet. Sekarang lo bisa akses ke jurnal2 internasional atau cari2 bahan untuk tugas akhir lo dari internet. Information Age ini memberikan kesempatan bagi masyarakat luas buat memperoleh informasi dan sebagai sarana untuk belajar berbagai hal.

    Ane jadi inget kata2 dosen ane di ITB Sarwono Sutikno, Dr.Eng.,CISA,CISSP,CISM *gelarnya panjang yak* (pada saat ane dikuliahin privat sama doi gara2 ngulang kuliah wkwk) kalau pendidikan formal duduk di bangku kuliah ini bakal berubah bentuknya antara 10-20 tahun lagi bukan seperti kuliah saat ini. Ini salah satu tugas kuliah ane dari beliau yaitu suruh ngerangkum isi dari situs http://epic2020.org/. Ini tentang Higher Education reform, yaitu bagaimana nasib universitas di masa mendatang, dimana akademisi bukan lagi sumber utama pengetahuan dan gelar menjadi irrelevant. Selain itu ane juga ada banyak nemu tulisan2 lain yang serupa tentang bagaimana nasib universitas di masa mendatang http://www.businessinsider.com/the-end-of-college-2015-4?utm_content=buffer8ed29&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer . Selengkapnya liat aja sendiri disitusnya.

    KESIMPULANNYA pendidikan itu penting, tapi bukan ijazah yang serta merta kita cari dari mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Beberapa tulisan yg ane baca pendidikan yang paling penting itu sampai bangku SMA karena disitu kita mendapatkan pelajaran2 mendasar sebagai modal kita menuntut ilmu *inget ya ilmu bukan hanya yang kita dapat pada saat mengenyam pendidikan formal*. Ane kurang setuju sama pendapat ente yang terlihat seperti judging terhadap orang2 yang tidak memiliki ijazah formal kuliah seakan2 kalo kita ga kuliah ga bakal sukses. Menjadi sukses ga cuma punya jabatan tinggi di sebuah perusahaan ternama, sukses itu juga ga cuma diliat dari finansialnya doang. Sukses itu gimana seseorang menjalani hidup dengan baik *common sense sih*. Coba dibuka lagi pikirannya lebih luas jangan terkekang sama stigma2 masyarakat yang berkembang pada umumnya doang *think outside the box bro!*.

    Thank you

  6. Ijazah itu penting kalo mo ngelamar kerja, skill itu penting kalo mo starting project. Hidup ini double standar jd ga perlu pake berantem krn perbedaan opini.

  7. gak perlu mempublikasikan sesuatu yang kemungkinannya seimbang. Jika anda seorang s2, seharusnya anda lebih paham dalam menilai sebuah kriteria tertentu. Soal dropout to egak lalu sukses semua kembali ke-diri masing. Konsepnya, akal mereka bergerak secara teratur, berprinsip. Sesuatu yang logis jg jika kebanyakan manusia beranggapan ” Dropout , lalu sukses “?? yang jadi pertanyaan… bagaimana akal dan jiwa anda akan bergerak sesuai hukum alam buat membuktikan pada diri anda sendiri. toh , takdir juga akan jadi penyeimbang dalam hal tersebut. S2 tak selalu pandai.Sma pun tak selalu pintar dengan skillnya. tetap butuh pengalaman.dan pengalaman, tak harus berada dijenjang sekolah tertinggi.

  8. Lol dasar orng bodoh, tolol, berpikiran pendek, terlalu mendewa-dewakan ijazah. ‘Oh, ijazah itu bener” penting, klo gk ada ijazah gk dpet pekerjaan’ BULLSHIT!

    Hidup itu gk slamanya harus kerja dibawah pimpinan orng laen. Lo boleh skarang lulusan s2, tpi percuma klo lu gk punya ilmu sma skill yg diperluin dsr oon.

    Orng drop out yg punya niat pasti bisa jd sukses. Justru banci kyk lo itu yg pengennya ikut kuliah, dpet ijazah abis itu kerja jd babu orng laen. Gk punya rasa kreativitas. Oon emng

    Yg drop out itu kemungkinan bisa sukses dan kaya raya itu lbih besar dri yg lulusan sarjana kgk jelas, ya contohnya elu. Dri gmbr profil lu aja keliatan klo lo tinggalnya di tempat” yg kecil, muka jg berantakan. Dsr hipocryte.

    Lu gk tau arti hypocrite? Brarti lu gk pantes jd yg namanya sarjana, dsr orng hina. Ngemis kerjaan sana sama orng yg drop out dri skolah.

  9. Ini nih minset yang ditinggalin penjajah tahunya cuma cari kerja aja. Ingat bangsa yang maju itu karena enterpreneurnya lebih dari 2% dari total penduduk broh, kalau lu masih mandang ijazah penting niscaya bangsa ini kagak bakalan maju tong, lihat aja universitas di indonesia kagak ada yang masuk 100 dunia broh otomatis kalau elu mau ngelamar kerja ke luar negeri kagak bakalan diterima (kalau dilogika). But, Allah itu maha adil Tuhan semesta alam dan di ajaran agama (islam, kristen, protestan, hindu, budha, konguchu) kagak juga diajarkan kalau nyari rejeki mesti pakai ijazah. Cuma disini gua agak emosi aja baca tulisan elu yg mojokin pihak” yang DO dari kampus, terus terang aje ane emosi sambil nulis ni komentar. Yang perlu digaris bawahi sebenernya disini adalah otak elu yang udah termindset dari penjajah, perlu dirubah tu bro syukur” kalau elu banyak makan vitamin and bener juga kalau kata om bob sadino (orang bodoh akan sulit bersaing dengan orang pintar untuk mencari pekerjaan, akhirnya orang bodoh itu membuat lapangan pekerjaan sendiri yg akhirnya mempekerjakan orang pintar).

  10. YG PENTING USAHA DAN DOA KALAU MASALAH HASIL TETAP ALLAH YG MENENTUKAN, IMPOSSIBLE IS NOTHING, JGN TERLALU OPTIMIS KALAU GA KESAMPEAN BISA GILA NANTI. OPTIMIS BOLEH HARUS DENGAN DOA AGAR DAPAT REZEKINYA YG HALAL DAN INGAT TERAKHIR ALLAH YG MENENTUKAN HASIL…TERKADANG YG KITA ANGGAP BAGUS BELUM TENTU YG TERBAIK BUAT KITA, KARENA KITA MELIHAT HANYA DGN KASAT MATA MANUSIA…INSYAALLAH KALAU KITA IKHLAS WALAU DI HINA DI DUNIA PASTI AKAN INDAH PADA WAKTUNYA…

  11. Tapi memang benar, jika kita DO masih bisa sukses ? semua itu kembali lagi dengan apa yang ada, sebuah peruntungan ? apakah nasib ? atau memang kemampuan diatas rata-rata ? pola pikir,usaha,berdoa itu yang pasti.

    Ya, atas penjelasan diatas saya cukup mengerti dengan apa yang di maksud dan memperjelas semua yang masih belum jelas. Informasinya bermanfaat,terimakasih bang chandra.

  12. Saya udah lulus kuliah, alhamdulillah kerjanya pake skill yang malah ga didapet dari kuliah.

    saya Yakin orang DO bisa sukses,
    Ijazah gak ngatur rezeki orang bro,
    orang drop out pasti ada alasan, banyak dari mereka yang DO bukan disebabkan faktor malas.

    ubah mindset dan atur cara ngomong :)
    salam,
    nadia

  13. Kalo lulus kuliah juga perlu, lu mau Jadi budak kalo kerja? Yg cuma di gaji sama bos?, lebih baik lu buka usaha dari pada kerja, bisa buka lapangan kerja dan bermanfaat, nasib juga gak di tentuin dari lulus atau ngganya kuliah, nasib udah ada yang ngatur, tinggal kita mau usaha atau ngga, this is my opinion..

Tinggalin komentar dong!