Mengenal Internet Of Things

Jika anda suka dengan teknologi terbaru pasti pernah dengar istilah Internet Of Thing atau disingkat IoT. Sebenarnya apa sih IoT? Internet of Things adalah teknologi yang memungkinkan Semua perangkat embeded terintegrasi dengan internet. Perangkat embeded ini sendiri bisa smart watch, Alat kesehatan, Sensor di Mobil, Sensor di Rumah dan berbagai macam alat elektronik yang bisa berkomunikasi dan mengirim data ke internet.

IoT

Masih bingung? Ok saya jelaskan contoh internet of thing dengan 4 contoh berikut :Sebuah Perusahaan mobil ingin menganalisa pemakaian mobil keluaran terbarunya. Perusahaan ini memasang berbagai macam sensor di mobil dan saat ada kerusakan di mobil maka secara otomatis Sopir/pemilik Mobil akan mendapatkan alert bahwa ada kerusakan di mobil, misalkan sudah saatnya ganti Oli, atau Aki sudah mulai rusak. Setelah sistem memberi informasi tersebut, Pemilik mobil akan diarahkan ke Bengkel terdekat untuk menservice mobilnya. Bagi perusahaan semua data yang diapat dari mobil ini akan dianalisa di cloud dan mengecek apakah ada kerusakan yang sifatnya umum, misalkan kebanyakan mobil keluaran tersebut sering Mengalami kerusakan Aki, Maka perusahana tersebut menganalisa data tersebut dan untuk produk selanjutnya maka perusahaan akan mengganti aki dengan kualitas yang lebih baik.
Video ini memberi gambaran bagaimana IoT di implementasikan di Mobil.

Sebuah Rumah sakit ingin memonitor semua pasiennya bahkan termasuk yang pasien rawat jalan, Caranya setiap pasien harus memasang alat penghitung gula darah, tekanan darah, suhu badan pasien, detak jantung dan jumlah kalori yang dibakar setiap harinya. Dengan sistem monitoring otomatis, semua data kesehatan dari pasien akan di kirim ke cloud, Rumah sakit bisa menganalisa data pasien tersebut atau mengkombinasikannya dengan pasien lain untuk mengetahui pola penyakit tertentu dan bahkan bisa mendeteksi penyakit atau potensi penyakit yang akan terjadi.  Pasien pun akan mendapat manfaat karena pihak dokter atau rumah sakit akan cepat menangani penyakit atau gejala dengan benar dan obat yang tepat.

Anda termasuk bisnisman yang sibuk, anda punya rumah mewah dan anda ingin semua proses di rumah tersebut bisa di kontrol secara otomatis. Dari mengunci pintu, mengecek suhu ruang, memonitor kamera pengawas dan mematikan atau menghidupkan semua peralatan rumah tangga (AC/TV/lampu) bisa dilakukan secara otomatis atau di remote dengan smartphone atau voice command. Terasa di masa depan? Saat inilah masa depan itu, ini semua sudah ada produknya dan sudah terpasang diberbagai perumahan mewah dan Hotel.

  1. Anda seorang yang cinta dengan tanaman terutama dalam hal pembibitan. Untuk memastikan bibit tanaman merupakan bibit bagus, anda memasang IoT untuk memonitor suhu kebun, Kelembaban tanah, komposisi tanah dan dan faktor lain. Kalau cuma sampai sini ini, ini hanyalah tool monitoring biasa, IoT lebih jauh dari itu, sistem ini bisa di integrasikan dengan Robot sehingga jika di deteksi bibit kurang air, maka ada robot yang akan menyiramkan Air ke bibit tersebut, jika ada bibit yang kurang pupuk maka ada robot yang akan menambahkan pupuk ke tanaman tersebut.

Masih banyak contoh lain dari penggunaan IoT, yang jelas era ini baru saja dimulai, Saat ini minimal ada 3 platform yang cukup populer yaitu  Project Brillo dari Google, Homekit dari Apple, serta Samsung Smarthing. Untuk Brillo dan Homekit masih dikembangkan sedangkan Samsung Smarthing sudah mampu menjual produk untuk Rumah Pintar.

Jika anda Adalah programmer Android, maka anda akan suka dengan Project Brillo dan Weave dari Google karena project ini berbasis Android. Anda bisa melihat informasi lebih detail  di https://developers.google.com/brillo/ dan Video pengantarnya dibawah ini .

Dari mulai sekarang, kuasailah salah satu platform Internet Of Thing karena kedepannya Anda tidak hanya membuat program desktop , Web atau Mobile saja, Anda juga harus mempu memprogram Mobil, rumah ataupun dan semua perangkat embeded yang anda punya. Welcome to IoT. Welcome to The Future.

10 Teknologi Web yang Wajib anda pelajari di tahun 2016

Tahun sudah berganti dan teknologi terus menurus berubah, Sebagai seorang programer web, ada banyak hal yang harus terus menerus dipelajari agar kemampuan kita selalu sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ada banyak teknologi web, namun Jika kita disuruh memilih 10 Teknologi Web yang wajib kita pelajari maka 10 teknologi inilah yang menjadi pilihan saya pribadi. Ingat, Tulisan ini ditulis oleh programer PHP yang tentunya jika anda programer web dengan bahasa lain mungkin preferensinya akan berbeda. 10 teknologi ini mewakili kategori yang berbeda dari Bahasa pemorgraman, JS Framework, CSS Framework, PHP Framework, CMS,Database, Hybrid Mobile App, Source Code Editor, Revision control Tool dan Internet Of Thing.

webtekno

Bahasa – PHP7

PHP 7 adalah versi terbaru dari PHP. Banyak yang bertanya mengapa dari rilis PHP 5.x tiba tiba langsung ke php7. Alasan utamanya adalah sudah banyak tutorial tentang PHP6 yang saat itu masih dikembangkan dan saat mau dirilis fitur fitur itu tidak jadi di implementasikan di versi finalnya misalkan dukungan Full Unicode di PHP. Untuk menghindari kerancuan ini, maka Team PHP langsung loncat ke versi 7. Anda bisa baca penjelasannya disini.

Bagi programer PHP-MYSQL, PHP7 merupakan upgrade besar terutama masalah ektensi mysql (fungsi mysql_connect, mysql_query(), mysql_fetch_array dsb). PHP7 secara default tidak mengaktifkan fitur ini yang artinya seluruh kode program PHP yang masih memakai fungsi tersebut tidak akan berjalan. PHP menyarankan anda mengganti fungsi tersebut dengan mysqli_query() atau PDO. Untuk mulai belajar dengan PDO silahkan baca panduannya disini. Untuk melihat fitur baru di PHP7 silahkan baca disini.

Javascript Framework – AngularJS

Sebenarnya ada banyak javascript framework yang bisa anda pilih, namun secara pribadi saya memilih belajar AngularJS karena dibackup oleh Google. Selain itu AngularjS menyederhanakan Proses yang berbelit belit jika dilakukan di jQuery.

Untuk jelasnya lihat perbandingan kode jquery dan AngularJS untuk menampilkan input user di layar secara realtime. Lihat perbandingan kodenya angularJS  dan bandingkan dengan kode jQuery untuk melakukan hal yang sama jQuery Demo.

Sayangnya AngularJS 1.x tidak kompatible dengan AngularJS 2 yang baru akan dirilis. Intinya kemauan belajar insyaallah bisa. JIka anda hobi cari website template pasti anda akan ketemu template premium dengan fitur AngularJS template biasanya di kombinasikan dengan Bootstrap.

CSS Framework – SASS dan Bootstrap

Semakin hari tampilan website semakin bagus, responsive berbasis grid dan konsisten. Teknologi dibalik CSS pun terus meningkat terutama dalam hal CSS Preprosesor. Untuk Hal ini anda cukup belajar SASS jika anda ingin membangun tampilan website dari awal dan gunakan Twitter Bootstrap jika anda ingin membangun thema website dengan cepat. referensi awal untuk belajar adalah sass-lang.com/guide dan getbootstrap.com.

PHP Framewok – FatFreeFramework (F3)

Ada banyak pilihan untuk PHP Framework, setelah beberapa tahun belajar CodeIgniter, akhirnya saya beralih ke FatFree Framework atau sering disingkat F3. Inti dari F3 adalah minimalis Framework dengan ukuran kecil dan mendukung Restful. Ukuran F3 hanya sekitar 1MB. Jika dibandingkan dengan CakePHP, Zend Framework atau Yii  maka F3 lah yang paling ringan, sedernana namun powerful. Bahkan dibanding CodeIgniterpun, F3 jauh lebih ringan dan struktur foldernya lebih sederhana.

Selain kelebihan diatas, belajar tentang OOP, MVC dan konsep Framework PHP dengan F3 jauh lebih mudah dan tidak bertele tele. Yang lebih keren F3 cukup di ekstract ke folder di webserver lalu seting  koneksi database  anda sudah bisa mulai koding. Sebelumnya saya pernah mencoba Laravel yang katanya keren, namun bagi saya Laravel is bullshit, dengan berbagai aturan bullshit, composer bullshit, seting sana sini dan berbagai bullshit lainnya. Maaf bahasa saya kasar karena jujur saja Laravel sangat susah dipelajari apalagi bagi yang terbiasa pake PHP biasa dengan pengkodean msyql_query  yang artinya belum paham atau terbiasa dengan dependensi paket, OOP dan MVC termasuk perintah command line di Linux. Hal ini jelas sangat berbeda dengan F3, silahkan merujuk ke fatfreeframework.com.

CMS – WordPress

Saya kira sudah tahu semua mengapa memilih WordPress. WordPress dipakai lebih dari 25% website di dunia dan menguasai 56% pasar CMS. WordPress Free, open source, banyak plugin gratis, thema gratis dan segudang fitur lainnya. Website ini pun dibangun dengan wordpress. Terus apa yang dipelajari? Yang paling penting jika anda Programer belajarlah membuat Plugin dan bagi desainer belajar membuat thema.

Database – MySQL

Bagi yang sudah ahli ga usah nyinyir ya. Mungkin anda akan bilang, alah MySQL dah jago saya mah. Dah bertahun tahun saya pakai ini. Namun masih banyak loh yang perlu dipelajari dari MySQL terutama topik topik lanjut seperti replikasi database, index, subquery, View, prepared statement, Procedure dan fungsi triger serta events. Nah yakin sudah menguasai hal diatas?  Nah bagi yang belum anda bisa mulai belajarnya di mysqltutorial.org.

Hybrid Mobile App – Ionic Framework

Sekarang banyak programer web yang ingin bisa membuat aplikasi Android atau iOS tapi malas untuk belajar Java atau Objective-C. Pikiran programer web itu kalau bisa dibuat dengan Teknologi web mengapa harus belajar bahasa baru? Nah itulah ide awal dari Ionic. Ionic adalah platform hybrid untuk membuat aplikasi Android atau iOS dengan tampilan modern serta aplikasi responsive sehingga tidak terlihat seperti web. Point ini erat kaitannya dengan AngularJS karena Ionic memanfaatkan AngularJS untuk implementasi Logic Control dan Phoneghap/Cordova sebagai “pembungkusnya”. Kunci Ionic dibanding framework yang lain, Ionic tidak berusaha “backward Compatibel” dengan versi lama dari iOS atau android sehingga kodenya lebih ringkas dan ringan.

Source Code Editor – Atom

Dulu saya paling suka editor Notepad++. Namun permasalahannya ketika saya pindah ke Linux tidak ada Notepad++ disana, maka saya mulai beralih ke Atom. Editor buatan Github ini tersedia free dan multiplatfrom. Kelebihan utama dari Atom adalah ketersediaan plugin/package yang jumlahnya sampai ribuan. Selain itu Atom dibuat dengan teknologi electron, framework web untuk membuat aplikasi Desktop. Bagi yang suka ngehack anda juga bisa membuat aplikasi desktop dengan Electron. Download Atom di https://atom.io

Source Code Control – Git

Saat anda cari cari tutorial tentang php saya yakin akan sering mendengar kata Git dan Github. Git adalah tool untuk revisi kontrol source code secara terdistribusi sedangkan githuba adalah source code hosting yang menggunakan Git sebagai revisi controlnya. Git sangat cocok untuk bekerja secara team yang lokasi progamernya terpisah secara fisik bisa antar kota atau bahkan antar negara. Untuk memulai git alahkah baiknya anda mulai dasar dasarnya dulu di https://try.github.io/levels/1/challenges/1. Link ini merupakan link “learn by doing” jadi anda tidak hanya dapat ilmu tapi juga dapat skill langsung.

Internet of Thing – Arduino dan RasperBerryPI

Arduino dan RasperberryPI sebenarnya tidak langsung berhubungan dengan pemorgraman Web namun yakinlah bahwa kedepannya Internet of Thing (IoT) akan mendominasi pemrograman. Sementara itu Teknologi web dan cloud akan menjadi backend dari IoT tadi.

Sebagai contoh anda membuat aplikasi untuk mengecek apakah seluruh pintu dirumah telah dikunci? nah untuk menutup kunci secara otomatis anda mungkin memanfaatkan Arduino dan memanfaatkan web untuk memonitor statusnya. Contoh lain anda ingin belajar Cloud computing dengan puluhan komputer, tentunya biayanya malah dong, maka pakai saja RasperBerryPI dan anda bisa buat jaringan Cloud/Sistem terdistribuasi yang murah dan lebih hemat space. Ide dari Internet Of thing sangat banyak anda bisa mulai belajar dari  situs berikut

  1. https://www.raspberrypi.org
  2. https://www.arduino.cc
  3. http://www.instructables.com
  4. http://makezine.com
  5. https://www.hackster.io/platforms

Sampai sini dulu, semoga tulisan ini bisa menjadi referensi awal untuk meningkatkan skill pemrograman anda. Selamat belajar!