Monitoring Server Linux Berbasis web

Sebagai seorang admin Server Linux atau VPS, sudah seharusnya kita bisa memonitor kapan saja dan dimana saja. Pada panduan kali ini kita akan mencoba menginstall Dash sebagai alat monitoring untuk server Linux.

Fitur Dash

Dash adalah Monitoring Server simple berbasis web yang bisa memonitor hal hal berikut:

  1. Informasi Penggunaan CPU, RAM dan hardisk server secara realtime
  2. Melihat spesifikasi server termasuk RAM dan CPU serta Cronjob.
  3. Melihat aplikasi server yang terinstall seperti apache, NodeJS, PHP dan aplikasi lainnya.
  4. Melihat user yang sedang login dan history Login user
  5. Melihat konfigurasi jaringan serta trafik upload dan download di server

Semua Informasi diatas ditampilkan secara realtime dengan Grafik yang model Card. Dash sifatnya hanya memonitor secara umum dan hanya READ-ONLY. Artinya anda tidak bisa melakukan perubahan sistem dari dash. Anda bisa mencoba demo dash di http://linuxdash.afaqtariq.com/#/network.

 

Tampilan Dash

Dash - Monitoring server Linux berbasis Web
Dash – Monitoring server Linux berbasis Web

Panduan Install

Berikut ini adalah panduan install dash di server Linux Ubuntu server, untuk Linux Distro lain tidak jauh berbeda dengan syarat sudah terinstall Apache dan PHP di server. Jika anda mengelola server ditempat kerja ataupun punya server VPS  sendiri, maka anda bisa langsung mencobanya, namun jika anda tidak punya anda bisa mencobanya di menggunakan Linux Ubuntu yang terinstall di komputer anda.

Hal terpenting disini, panduan ini berasumsi bahwa Apache dan PHP sudah terinstall di Server, Selain itu pastikan fungsi shell_exec() dan exec()  tidak disable di php.ini. Kalau anda menginstall di server sendiri atau VPS biasanya fungsi ini pasti aktif, namun jika anda mencobanya di sharedhosting, biasanya dua fungsi di nonaktifkan oleh Pihak pemilik hosting dengan alasan keamanan.

  1. Download dash di https://github.com/afaqurk/linux-dash/archive/master.zip. Jika anda terbiasa dengan terminal anda bisa gunakan wget
    wget https://github.com/afaqurk/linux-dash/archive/master.zip
  2. Upload keserver anda dan extract di root webserver. Biasanya di /var/www/html/, lihat kembali  konfigurasi apache anda.
  3. Extract file master.zip dan folder hasil extract rename menjadi dash.
  4. Buka browser dengan alamat http://domain.com/dash atau http:/ipserver/dash.

Jika anda bermasalah atau gagal hal pertama yang di cek adalah pastikan fungsishell_exec() dan exec() aktif di php. Jika anda ingin mengamankan dash agar tidak setiap orang bisa mengakses dashboard monitoring server silahkan baca panduannya di DigitalOcean.

Cara Mengubah Default Boot OS di Grub Ubuntu

Banyak diantara kita menginstall Linux Ubuntu Dan Windows dalam satu komputer. Secara default, Ubuntu akan menjadi pilihan default di Menu Boot GRUB. Pertanyaan yang sering di ajukan adalah bagaimana cara mengubah agar Boot default ke Windows. Ada banyak tutorial yang beredar, namun yang saya liat, banyak tutorial sudah kadaluarsa karena menggunakan grub versi 1 atau menggunakan Ubuntu versi lama.

Dalam panduan singkat kali ini, saya akan mengubah default Boot ke Windows 8. Ada 3 langkah utama yaitu:

  1. Mengecek Menu entry di /boot/grub/grub.cfg
  2. Mengedit Default Grub di /etc/default/grub
  3. melakukan update grub dengan perintah sudo grub-update

Melihat menu entry

Buka terminal dan jalankan perintah grep menuentry /boot/grub/grub.cfg

....
menuentry 'Memory test (memtest86+)' {
menuentry 'Memory test (memtest86+, serial console 115200)' {
menuentry 'Windows 8 (loader) (on /dev/sda1)' --class windows
....

Perhatikan posisi Windows. salin atau tulis dulu apa yang muncul di menu entry windows. Dalam hal punya saya adalah Windows 8 (loader) (on /dev/sda1). Tulis apa adanya, jangan ada perbedaan spasi atau huruf besar.

Mengedit default grub

sudo nano /etc/default/grub 
....
GRUB_DEFAULT=0
GRUB_HIDDEN_TIMEOUT=0
GRUB_HIDDEN_TIMEOUT_QUIET=true
GRUB_TIMEOUT=10
GRUB_DISTRIBUTOR=`lsb_release -i -s 2> /dev/null || echo Debian`
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash"
GRUB_CMDLINE_LINUX=""
....

Perhatikan baris GRUB_DEFAULT=0. Ubahlah angka nol tadi sesuai dengan menuentry windows yang sudah anda salin atau catat tadi.

GRUB_DEFAULT= "Windows 8 (loader) (on /dev/sda1)"

Setelah selesai, simpan. Kalau menggunanan Nano editor, perintahnya CTRL+O. lalu tekan CTRL-X untuk keluar

Mengupdate Grub

Gunakan perintah

 sudo update-grub

outputnya kurang lebih seperti ini

candra@candralab:~$ sudo update-grub
Generating grub configuration file ...
Warning: Setting GRUB_TIMEOUT to a non-zero value when GRUB_HIDDEN_TIMEOUT is set is no longer supported.
Found linux image: /boot/vmlinuz-3.2.0-29-generic
Found initrd image: /boot/initrd.img-3.2.0-29-generic
Found memtest86+ image: /boot/memtest86+.elf
Found memtest86+ image: /boot/memtest86+.bin
Found Windows 8 (loader) on /dev/sda1
done

Jika munculnya seperti diatas, maka anda sukses mengubah default Boot Ke Windows. Jika munculnya pesan error misalkan seperti ini

/usr/sbin/grub-mkconfig: 6: /etc/default/grub: Windows 8 (loader) (on /dev/sda1): not found

Cek lagi apakah ada penulisan yang salah dan yang paling perlu diperhatikan tidak boleh ada spasi setelah tanda sama dengan di bagian

GRUB_DEFAULT="Windows 8 (loader) (on /dev/sda1)"

Ok. semoga tutorial sederhana ini bermanfaat. Happy Hacking!.