perbedaan User Level di WordPress

WordPress mempunyai 5 level user yaitu Subscriber, Contributor, Author, Editor dan Administrator. Secara default jika admin wordpress hanya satu orang maka posisinya adalah administrator. Terus apa sih perbedaan masing masing user tersebut? Mari kita cek satu satu dari yang level terendah sampai yang tertinggi :

Subscriber /pelanggan

Subscriber adalah user level paling rendah di WordPress. Dia hanya bisa mendaftar, login dan mengupdate profil serta memberi komentar di website. Terus kalau cuma seperti itu apa manfaatnya user subscriber?  Subscriber sangat cocok untuk website Organisasi dimana untuk komentar harus menjadi Anggota website tersebut. Contoh lain dari User subscriber adalah menjadi pembaca setia di website serta sangat bermanfaat untuk Website komunitas.

Contributor

Contributor hanya bisa mengirim artikel namun tidak bisa mempublikasikan nya. Tulisan contributor harus di review terlebih dahulu oleh Editor atau Administrator.

Author

Author bisa mengirim post dan mempublikasikan nya sendiri, namun Author tidak bisa mengedit artikel penulis lain.

Editor

Editor bisa melakukan semua proses pengelolaan website WordPress kecuali mengubah konfigurasi, menginstall plugin atau pun menginstall Tema.

Administrator

Administrator bisa melakukan semuanya di website. Dari menulis artikel , menulis page, mengupload media, Review komentar sampai mengubah konfigurasi, Install plugin dan tema.

Memahami user level di WordPress sangat bermanfaat bagi Blog yang di kelola oleh Organisasi atau komunitas yang menginginkan bahwa setiap anggotanya berperan aktif di website. Semoga tutorial singkat ini bermanfaat. Info graphic yang lebih rinci tentang user level di WordPress bisa dilihat di WpBeginner.

Mengenal Internet Of Things

Jika anda suka dengan teknologi terbaru pasti pernah dengar istilah Internet Of Thing atau disingkat IoT. Sebenarnya apa sih IoT? Internet of Things adalah teknologi yang memungkinkan Semua perangkat embeded terintegrasi dengan internet. Perangkat embeded ini sendiri bisa smart watch, Alat kesehatan, Sensor di Mobil, Sensor di Rumah dan berbagai macam alat elektronik yang bisa berkomunikasi dan mengirim data ke internet.

IoT

Masih bingung? Ok saya jelaskan contoh internet of thing dengan 4 contoh berikut :Sebuah Perusahaan mobil ingin menganalisa pemakaian mobil keluaran terbarunya. Perusahaan ini memasang berbagai macam sensor di mobil dan saat ada kerusakan di mobil maka secara otomatis Sopir/pemilik Mobil akan mendapatkan alert bahwa ada kerusakan di mobil, misalkan sudah saatnya ganti Oli, atau Aki sudah mulai rusak. Setelah sistem memberi informasi tersebut, Pemilik mobil akan diarahkan ke Bengkel terdekat untuk menservice mobilnya. Bagi perusahaan semua data yang diapat dari mobil ini akan dianalisa di cloud dan mengecek apakah ada kerusakan yang sifatnya umum, misalkan kebanyakan mobil keluaran tersebut sering Mengalami kerusakan Aki, Maka perusahana tersebut menganalisa data tersebut dan untuk produk selanjutnya maka perusahaan akan mengganti aki dengan kualitas yang lebih baik.
Video ini memberi gambaran bagaimana IoT di implementasikan di Mobil.

Sebuah Rumah sakit ingin memonitor semua pasiennya bahkan termasuk yang pasien rawat jalan, Caranya setiap pasien harus memasang alat penghitung gula darah, tekanan darah, suhu badan pasien, detak jantung dan jumlah kalori yang dibakar setiap harinya. Dengan sistem monitoring otomatis, semua data kesehatan dari pasien akan di kirim ke cloud, Rumah sakit bisa menganalisa data pasien tersebut atau mengkombinasikannya dengan pasien lain untuk mengetahui pola penyakit tertentu dan bahkan bisa mendeteksi penyakit atau potensi penyakit yang akan terjadi.  Pasien pun akan mendapat manfaat karena pihak dokter atau rumah sakit akan cepat menangani penyakit atau gejala dengan benar dan obat yang tepat.

Anda termasuk bisnisman yang sibuk, anda punya rumah mewah dan anda ingin semua proses di rumah tersebut bisa di kontrol secara otomatis. Dari mengunci pintu, mengecek suhu ruang, memonitor kamera pengawas dan mematikan atau menghidupkan semua peralatan rumah tangga (AC/TV/lampu) bisa dilakukan secara otomatis atau di remote dengan smartphone atau voice command. Terasa di masa depan? Saat inilah masa depan itu, ini semua sudah ada produknya dan sudah terpasang diberbagai perumahan mewah dan Hotel.

  1. Anda seorang yang cinta dengan tanaman terutama dalam hal pembibitan. Untuk memastikan bibit tanaman merupakan bibit bagus, anda memasang IoT untuk memonitor suhu kebun, Kelembaban tanah, komposisi tanah dan dan faktor lain. Kalau cuma sampai sini ini, ini hanyalah tool monitoring biasa, IoT lebih jauh dari itu, sistem ini bisa di integrasikan dengan Robot sehingga jika di deteksi bibit kurang air, maka ada robot yang akan menyiramkan Air ke bibit tersebut, jika ada bibit yang kurang pupuk maka ada robot yang akan menambahkan pupuk ke tanaman tersebut.

Masih banyak contoh lain dari penggunaan IoT, yang jelas era ini baru saja dimulai, Saat ini minimal ada 3 platform yang cukup populer yaitu  Project Brillo dari Google, Homekit dari Apple, serta Samsung Smarthing. Untuk Brillo dan Homekit masih dikembangkan sedangkan Samsung Smarthing sudah mampu menjual produk untuk Rumah Pintar.

Jika anda Adalah programmer Android, maka anda akan suka dengan Project Brillo dan Weave dari Google karena project ini berbasis Android. Anda bisa melihat informasi lebih detail  di https://developers.google.com/brillo/ dan Video pengantarnya dibawah ini .

Dari mulai sekarang, kuasailah salah satu platform Internet Of Thing karena kedepannya Anda tidak hanya membuat program desktop , Web atau Mobile saja, Anda juga harus mempu memprogram Mobil, rumah ataupun dan semua perangkat embeded yang anda punya. Welcome to IoT. Welcome to The Future.